WartaKita.org – Warga bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Pesu, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten mengadakan berbagai acara dan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 73 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tahun 2018. Berbagai acara dan kegiatan memperingati HUT RI ini dikemas dalam “Gelar Budaya Desa Pesu”.
Kepala Desa Pesu Budi Hartono didampingi Ketua panitia HUT RI Ade Susanto menjelaskan, rangkaian kegiatan memperingati HUT RI di Desa Pesu ini diawali dengan upacara bendera peringatan HUT Kemerdekaan RI pada Jumat (17/8/2018) pagi. Upacara bendera diikuti sekitar 400 orang yang melibatkan anak-anak SDN 1 Pesu, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ibu PKK, Posyandu, dan sebagainya.
Kemudian, kegiatan olahraga untuk anak-anak, remaja, orang dewasa, ibu-ibu, dan bapak-bapak. Seperti lomba Lari Obor yang diadakan pada Jumat (24/8/2018) malam, dan sepeda gembira pada Minggu (26/8/2018) siang,
Selanjutnya, Kirab Budaya pada Jumat (31/8/2018) siang, dan pentas Srandul pada Jumat (31/8/2018) malam. Berikutnya, senam masal lansia, pengobatan, lomba lansia, dan lomba tumpeng pada Sabtu (1/9/2018) pagi. Sedang pada Sabtu (1/9/2018) malam diadakan pentas seni, panembrama, gejog lesung, angklung, dan sebagainya.
“Dan sebagai puncak acara peringatan HUT RI di Desa Pesu diadakan pentas kethoprak pada Sabtu, (1/9/2018) malam,” katanya.

Kades Budi Hartono menyampaikan, di Desa Pesu ini terdapat banyak seni dan budaya. Maka, seni dan budaya yang ada ini harus terus dilestarikan, seperti seni srandul dan kethoprak.
“Dengan ditampilkannya seni dan budaya dalam ajang peringatan HUT RI ini diharapkan bisa melestarikan dan mengembangkan seni budaya yang ada di Desa Pesu, terutama srandul dan kethoprak,” ujarnya.
Budi Hartono menyatakan, sebagian besar warga Desa Pesu sungguh terlibat dalam peringatan HUT RI ini, dari mulai upacara bendera sampai pentas kethoprak. Dan ini merupakan usulan warga pada waktu Musrenbangdes Pesu.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, warga Desa Pesu bisa semakin guyub rukun, dapat saling mengenal diantara kita, dan warga yang tidak pernah ketemu, bisa bertemu dalam kegiatan itu,” ucapnya.
Terkait, Kirab Budaya yang diadakan pada Jumat (31/8/2018) siang itu berlangsung meriah. Warga dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orangtua terlibat. Kirab budaya mengelilingi wilayah Desa Pesu sejauh sekitar 4 kilo meter dengan jalan kaki. Sedang bagi anak-anak dan lansia yang tidak kuat berjalan disediakan sejumlah kereta kelinci atau sepur mini.

Dalam Kirab Budaya ini, peserta (warga) ada yang berpakaian adat, seragam sekolah, paguyuban, organisasi dan lain-lain. Kirab Budaya diiringi musik drumband, kothekan kentongan, musik srandul, shalawatan, dan lain-lain.










Secara Pribadi saya sebagai warga Sarap gede yang ada di samarinda bangga dengan kegiatan ini,untuk kedepannya semoga acara seperti ini akan terus di adakan dan dilestarikan,,,Pokoknya BANGGA dech.