WartaKita.org – Kabar baik bagi para petani di Kabupaten Klaten. Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI) akan menyalurkan bantuan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) untuk petani di Kabupaten Klaten pada tahun 2018 ini.
Bantuan UPPO ini berkat perjuangan Anggota DPR RI dari Partai Golkar Endang Srikarti Handayani (ESH).
Informasi ini disampaikan Endang Srikarti Handayani saat pasar murah sembako di lapangan Desa Bono, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten pada Jumat (31/8/2018) pagi.
“Setiap kelompok akan menerima bantuan senilai Rp 200 juta. Bantuan tersebut diwujudkan berupa kandang komunal, mesin pencacah kompos, sapi 10 ekor, dan kendaraan roda tiga,″ katanya.
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V yang meliputi Kabupaten Klaten, Boyolali, Sukoharjo, dan Kota Surakarta ini menyampaikan, ada tujuh kelompok di Kabupaten Klaten yang mendapatkan bantuan UPPO dari Kementerian Pertanian pada tahun 2018 ini.
Ketujuh kelompok tersebut adalah Kelompok Manunggal Sedyo Desa Karangduren (Kecamatan Kebonarum), Kelompok Bangun Tani Desa Melikan (Kecamatan Wedi), Kelompok Bina Usaha II Desa Tambakan (Kecamatan Jogonalan), Kelompok Handayani I Desa Jungkare (Kecamatan Karanganom), Kelompok Manunggal Karso Desa Gedaren (Kecamatan Jatinom), Kelompok Konco Tani Desa Kemiri (Kecamatan Tulung) dan Kelompok Rukun Santosa I Desa Kadilanggon (Kecamatan Wedi).
Anggota Komisi IV DPR RI ini menjelaskan, bantuan UPPO ini diberikan untuk memperbaiki kesuburan lahan dan meningkatkan produktifitas petanian.
“Dengan demikian diharapkan dapat tercapai kemandirian peternak, dan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat,” harapnya.
Endang Srikarti Handayani menandaskan, tidak ada “potongan” kepada penerima bantuan UPPO ini. Semuanya diterima utuh.
“Bantuan UPPO ini adalah hak-nya rakyat. Maka harus diberikan secara utuh. Sebagai wakil rakyat, saya bertugas memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban saya atas amanah yang telah diberikan rakyat kepada saya,” ujarnya.

Pada pasar murah sembako di Desa Bono ini, Endang Srikarti Handayani menyediakan seribuan paket sembako. Setiap paket sembako berisi 2 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kg gula pasir. Warga cukup membeli Rp10 ribu. Uang yang terkumpul dari pasar murah sembako ini akan dibantukan untuk tempat ibadah.
“Ini adalah program sembako murah untuk rakyat. Tujuannya untuk membantu meringankan beban masyarakat. Selain itu, juga sebagai media komunikasi dan silaturahmi, serta untuk menyerap apirasi rakyat,” jelas Endang.
Sedang Kepala Desa Bono Bakdiyono menyambut baik diadakannya pasar murah sembako ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bu Endang yang telah mengadakan pasar murah sembako di Desa Bono ini. Ini benar-benar membantu warga kami,” ucapnya.
Pasar murah sembako ini disambut antusias oleh warga Desa Bono. Mereka rela mengantri dengan tertib untuk mendapatan paket sembako yang harganya super murah itu.









