WartaKita.org – Pengurus Forum Kerjasama Gereja-Gereja (FKG) Eklesia Kabupaten Klaten periode 2022 – 2025 dilantik oleh Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya di Pendopo Kabupaten Klaten, Selasa (26/7/2022).
Pengurus FKG Eklesia Kabupaten Klaten yang dilantik ini terdiri dari 6 orang Penasihat, 6 orang Badan Pelaksana Harian yang terdiri dari Ketua 1 Pendeta MIT Dwikoryanto, Ketua 2 Pendeta Rian Pandhu Bagaswara, Sekretaris 1 Endah Yudianti, Sekretaris 2 Pendeta Tri Widodo, Bendahara 1 Dwi Hesty Indarini, dan Bendahara 2 Y Eko Mardiyono, serta 3 orang di 9 Pengurus Bidang.
Pengurus Bidang ini meliputi Bidang Pelayanan Generasi, Bidang Multimedia, Bidang Kesaksian Pelayanan, Bidang Hukum, Advokasi dan Politik, Bidang Keesaan, Bidang Visitasi dan Organisasi, Bidang Humas, Bidang Lintas Iman, dan Bidang Bela Negara.
Total ada 39 personil yang dilantik pada kesempatan itu.
Ketua 1 Forum Kerjasama Gereja-Gereja (FKG) Eklesia Kabupaten Klaten, Pendeta Dr MIT Dwikoryanto, MPd dalam sambutan menyampaikan, anggota FKG Eklesia adalah Gereja Kristen dan Gereja Katolik.
“Jumlah Gereja di Kabupaten Klaten ada 150 Gereja Induk, dengan jumlah Jemaat Kristen yang tercatat data di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten ada 36.744 orang, dan sekitar 38.000 yang memeluk agama Katolik. Sehingga total ada sekitar 74.744 orang. Dan dari Gereja Kristen yang ada di Kabupaten Klaten tercatat ada 34 Denominasi,” katanya.
Pendeta MIT Dwikoryanto menyatakan, dalam menjalankan pelayanannya, FKG Eklesia memiliki 9 Bidang Pelayanan, yaitu Pelayanan Generasi, Multimedia, Kesaksian Pelayanan, Hukum, Advokasi, dan Politik, Keesaan, Visitasi dan Organisasi, Humas, Lintas Iman, dan Bela Negara.
Bidang Bela Negara dibuat sebagai tanggapan atas ajakan dan imbauan Polri dimana masyarakat Gereja diimbau turut aktif berperan serta membantu tugas Polri dalam pengamanan lingkungan tempat ibadah masing-masing dengan membentuk Pamswakarsa.
Menurutnya, beberapa gereja di Kecamatan Wedi sudah melaksanakan pembentukan Pamswakarsa ini. Untuk memperluas fungsi dan peran serta, maka Pamswakarsa ini diwacanakan akan dikembangkan ke gereja-gereja dalam lingkup Kabupaten Klaten dalam wadah FKG.
Selain untuk memenuhi imbauan Polri, latar belakang dari pembentukan Pamswakarsa ini adalah kesadaran bahwa gereja-gereja ingin memberikan kontribusi dalam Lintas Iman untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan bersama, khususnya perayaan dan hari besar umat beragama yang lain.
“Sama seperti rekan-rekan Banser (Nahdlatul Ulama) dan Jogoboyo (Hindu) yang selalu setia berperan dalam perayaan umat kristiani, maka keberadaan Pamswakarsa ini juga merupakan bagian dari semangat gereja-gereja untuk berperan mendukung program pemerintah dalam kegiatan kemanusiaan lainnya di Kabupaten Klaten. Permohonan kami, kiranya Pamswakarsa ini mendapat pembinaan dari Polres Klaten,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gembala GPdI Fajar Pengharapan Margorejo, Desa Canan, Kecamatan Wedi ini juga menyampaikan tentang data kebutuhan guru agama Kristen di Kabupaten Klaten.
Tercatat, ada 147 SD yang belum memiliki Guru Agama Kristen dengan jumlah murid 1.678 siswa. Dan ada 151 SMP yang belum mempunyai Guru Agama Kristen dengan jumlah murid 899 siwa. Belum lagi kebutuhan Guru Agama Kristen untuk SMA dan SMK yang menjadi kewenangan Pemerintah Propinsi.
“Oleh karena itu, kami mohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten Klaten untuk pengadaan Guru Agama Kristen dan dukungan dananya,” pintanya.
Pendeta MIT Dwikoryanto berharap, umat kristiani di Kabupaten Klaten dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Karena itu, FKG Klaten minta agar kebijakan yang sudah berlaku di Kabupaten Gunung Kidul, Sleman, Karanganyar, dan Sukoharjo mengenai program pemutihan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gereja juga dapat diberlakukan di Klaten.
“Demikian juga kami mengharapkan, program pemutihan IMB ini dapat direalisasikan di Kabupaten Klaten. Terutama bagi gereja-gereja yang sudah dibangun sebelum tahun 2006,” harapnya.
Sedang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten, Haryadi menyambut baik dan mengapresiasi pelantikan Pengurus FKG Eklesia Kabupaten Klaten ini.
“Pelantikan Pengurus FKG Eklesia Kabupaten Klaten ini merupakan satu upaya untuk menjalin silaturahmi dan merajut keberagaman. Semoga dengan pelantikan Pengurus FKG Eklesia Kabupaten Klaten ini semakin tercipta kerukunan dengan pemeluk agama lain. Tercipta kerukunan yang sesungguhnya di masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu Kapolres Klaten yang diwakili Kaur Bin Ops (KBO) Satbinmas Polres Klaten Ipda Joko dalam sambutan mengatakan, semua warga masyarakat berkewajiban menjaga kebersamaan dan keberagaman agama di Klaten.
“Kami berharap, Pengurus FKG Eklesia Kabupaten Klaten dapat berperan dan berkontribusi dalam menjalin sinergitas sebagai sesama anak bangsa,” pesannya.
Terkait, Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya mengucapkan terima kasih kepada Pengurus FKG Eklesia Kabupaten Klaten yang lama dan menyampaikan selamat kepada Pengurus FKG Eklesia Kabupaten Klaten yang baru saja dilantik.
“Saya mengajak Pengurus FKG Eklesia Kabupaten Klaten untuk bersama-sama menciptakan Klaten yang kondusif, aman, dan damai. Kalau ada gesekan, ada permasalahan, mohon bisa diselesaikan secara musyawarah. Jangan sampai melebar kemana-mana,” ajaknya.
Acara pelantikan Pengurus FKG Eklesia Kabupaten Klaten ini juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Hartanto, Ketua DPRD Kabupaten Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, dan undangan lainnya.
Rangkaian acara pelantikan Pengurus FKG Eklesia Kabupaten Klaten ini ditutup dengan ibadah syukur.









