Tradisi Sadranan Udhek-Udhek Di Dalangan – Wedi Berlangsung Meriah, Ratusan Warga Berebut Uang Koin

Warga menebar dan berebut uang koin pada Tradisi Sadranan Udhek-udhek yang diadakan di petilasan masjid bubrah Dukuh Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten pada Jumat (13/2/2026) sore.

Warta Kita.org – Ada tradisi menarik dilakukan warga Dukuh Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten pada setiap bulan Ruwah atau menjelang bulan Ramadan.

Namanya Tradisi Sadranan Udhek-Udhek.

Bacaan Lainnya

Tradisi ini digelar setiap hari Jumat terakhir pada bulan Ruwah. Sadranan dilakukan setelah Ashar.

Dalam sadranan itu, warga menebar uang koin atau udhek-udhek (bahasa Jawa) untuk diperebutkan mereka yang hadir.

Seperti yang dilakukan pada Jumat (13/2/2026) sore itu.

Ratusan warga dari berbagai daerah tumpah ruah mengikuti tradisi Sadranan Udhek-Udhek.

Setelah doa bersama, sejumlah warga menebarkan uang koin ke tengah kerumunan warga. Mereka menebarkan uang koin dari petilasan masjid bubrah.

Demi ketertiban dan keselamatan bersama, maka pengunjung yang ingin berebut uang koin dikelompokkan menjadi dua. Di sisi utara masjid bubrah untuk anak-anak seusia SD. Sedang di depan masjid bubrah untuk anak SMP sampai dewasa.

Begitu uang koin ditebar, suasana menjadi riuh. Anak-anak hingga orang dewasa tampak berebut mengumpulkan koin yang berserakan di tanah. Meski saling berebut dan berdesakan, knamun egiatan tetap berlangsung tertib.

Ratusan warga dari berbagai daerah tumpah ruah mengikuti tradisi Sadranan Udhek-Udhek di petilasan masjid bubrah Dukuh Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten pada Jumat (13/2/2026) sore.

Tokoh masyarakat Dukuh Dalangan, Harjanto Hadi Sutomo menjelaskan, tradisi Sadranan rutin digelar setiap bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa, menjelang datangnya Ramadan. Kegiatan digelar dengan doa bersama dilanjutkan tradisi udhek-udhek yakni menebar uang koin.

“Tradisi udhek-udhek memiliki makna berbagi rezeki dan mempererat kebersamaan antar warga. Kegiatan ini sudah ada sejak nenek moyang dan menjadi tradisi turun-temurun. Tradisi ini sebagai wujud syukur kepada Tuhan,” ujarnya.

Sedang salah satu warga yang ikut menebar koin, Sri Miyati mengaku senang bisa mengikuti tradisi udhek-udhek ini.

“Saya senang bisa berbagi rezeki dengan cara seperti ini. Uang ini sengaja saya kumpulkan selama beberapa waktu. Uang dari pengembalian belanja. Semoga tradisi ini bisa terus lestari. Ini tradisi yang baik,” katanya.

Tradisi Sadranan Udhek-udhek yang diadakan di petilasan masjid bubrah Dukuh Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten ini memiliki makna berbagi rezeki dan mempererat kebersamaan antar warga.

Sementara itu, warga yang berhasil mengumpulkan koin tampak senang. Bagi mereka, tradisi udhek-udhek ini menjadi pengalaman yang menyenangkan.

“Ini tadi saya susah untuk mendapatkan uang koinnya. Harus berebut dengan yang lain. Alhamdulillah, saya dapat sekitar Rp30 ribu. Uangnya nanti buat jajan dan beli keperluan sekolah,” ujar Isa Dwi Rochmawati.

Warga berharap, tradisi Sadranan Udhek-Udhek ini terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Tradisi sadranan ini menjadi pengingat akan pentingnya nilai persaudaraan, kerukunan, gotong royong, rasa syukur, dan berbagi kepada sesama.

Pos terkait