WartaKita.org – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah mengadakan pelatihan dan demplot penerapan budidaya tembakau di Kelompok Tani (Poktan) Rukun Sata di Dukuh Rejodani, Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Senin (25/7/2022).
Pelatihan budidaya tembakau ini diikuti sekitar 30 petani tembakau dari Kecamatan Trucuk dan sekitarnya.
Penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Sinta Widayani menjelaskan, materi yang disampaikan dalam pelatihan ini yaitu tentang pertanian cerdas iklim dan pemupukan organik.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan yang pertama yang diadakan pada sekitar bulan Juni tentang pengolahan lahan dan perawatan tanaman,
“Sedang narasumber pelatihan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Klaten dan Kecamatan Trucuk,” katanya.
Sinta Widayani menyampaikan, tujuan dari pelatihan ini supaya para petani tembakau lebih aware (menyadari) dengan perubahan iklim yang terjadi saat ini.
“Karena cuaca dan kondisi iklim saat ini berubah drastis dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi kami harapkan, petani dapat waspada terhadap dampak perubahan iklim yang terjadi,” ujarnya.
Sinta menambahkan, dalam pelatihan ini juga disampaikan materi tentang pemupukan organik.
“Jadi kita lebih fokus bisa memperbaiki struktur tanah, dan memperbaiki unsur hara tanah. Dengan pemupukan organik diharapkan keberlangsungan dari tanah ini bisa lebih bagus,” harapnya.

Sedang Ketua Kelompok Tani Rukun Sata Desa Karangpakel, Juwandi menyambut baik pelatihan budidaya tembakau yang diadakan di kelompok taninya ini.
“Alhamdulillah, dengan adanya pelatihan budidaya tembakau yang dialokasikan di daerah ini kita berharap, mudah-mudahan pelatihan ini memberi kontribusi yang luar biasa terhadap petani tembakau, khususnya petani binaan Kelompok Tani Rukun Sata dalam upaya untuk peningkatan kualitas bahan baku (tembakau),” ucapnya.
Juwandi mengemukakan, pihaknya sudah menanam tembakau pada musim tanam kali ini. Bahkan untuk tanam yang pertama sudah berusia 40 hari atau sudah gede.
“Yang sudah kita tanam sekitar 10 hektar. Jenis (tembakau) Grompol Jatim. Ini tembakau DFC (Dark Fire Cured) atau asepan. Kita sudah teken, sudah kontrak, sudah MoU dengan beberapa perusahaan asing. Maka MoU itu harus tetap kita realisasikan. Untuk permintaan, targetnya 50 ton tembakau kering. Dan kita yakin bisa (memenuhi permintaan itu),” tandasnya.
Untuk diketahui, tembakau asepan (Dark Fire Cured atau DFC) ini sangat diminati negara-negara Eropa dan Amerika. Tembakau asepan dari Klaten digunakan sebagai bahan filler cerutu.









