Pendidikan Berperan Dalam Penanganan Perubahan Iklim Global

  • Whatsapp
Emilia Anggita Restiana Dewanti

PENDIDIKAN merupakan salah satu aspek terpenting dalam pembangunan suatu negara. Dengan pendidikan yang baik, maka pembangunan di suatu negara akan baik pula. Saat ini, pendidikan di Indonesia masih terus berkembang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim sedang berupaya untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Nadiem sedang mencanangkan program Merdeka Belajar yang juga menjadi tema di Hari Pendidikan tahun ini, yaitu “Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar”.

Bacaan Lainnya

Salah satu yang juga perlu diperhatikan adalah pemerataan pendidikan. Masih banyak masyarakat yang belum dapat mengenyam pendidikan karena permasalahan ekonomi. Banyak daerah-daerah terpencil yang belum memiliki akses dan fasilitas pendidikan yang memadai. Hal ini tentu perlu segera ditangani untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Selain itu, peningkatan, pemerataan dan perbaikan sistem pendidikan di Indonesia juga akan berpengaruh pada bidang-bidang lain, salah satunya pada bidang lingkungan.

Permasalahan lingkungan yang sedang menjadi isu global saat ini adalah perubahan iklim global. Perubahan iklim global disebabkan oleh banyak hal. Sebagian besar karena aktivitas-aktivitas manusia yang menghasilkan karbon dan turut menyumbang gas rumah kaca. Gas rumah kaca yang terlalu banyak terakumulasi di atmosfer akan menyebabkan terjadinya pemanasan global.

Peningkatan suhu bumi ini menyebabkan perubahan iklim global yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Banyak bencana alam yang dapat terjadi karena permasalahan ini seperti badai, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, tanah longsor dan lain-lain.

Penanganan terhadap permasalahan perubahan iklim ini juga merupakan salah satu tujuan yang terdapat dalam SDGs atau Sustainable Development Goals.

Sustainable Development Goals adalah aksi global yang telah disepakati oleh negara-negara di dunia dan bertujuan untuk menghapuskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, serta melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat tercapai pada tahun 2030.

Salah satu faktor yang membuat pelaksanaan SDGs tujuan ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim masih belum dapat terlaksana dengan maksimal adalah karena kurangnya edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai permasalahan iklim global ini. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dan memahami mengenai perubahan iklim global, aktivitas yang dapat menyebabkannya, dan dampaknya bagi lingkungan dan masyarakat.

Hal ini juga terkait dengan pendidikan yang belum merata. Bila masih banyak masyarakat yang tidak mendapat pendidikan, bagaimana mereka bisa mendapatkan edukasi dan pengetahuan mengenai hal-hal semacam ini?

Tanpa pengetahuan mengenai betapa berbahayanya perubahan iklim global, mereka pun tidak akan memiliki kesadaran dan kepedulian untuk ikut berpartisipasi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan menyelesaikan permasalahan iklim global. Tujuan ke-13 dari Sustainable Development Goals ini pun tidak dapat terwujud di tahun 2030 tanpa partisipasi aktif dari masyarakat Indonesia.

Dengan perkembangan dan pemerataan pendidikan, maka akan semakin banyak masyarakat, terutama anak muda yang teredukasi mengenai hal tersebut. Karena melalui pendidikan akan terjadi proses pengembangan karakter yang baik dan juga sikap peduli terhadap lingkungan.

Generasi mudalah yang akan menjadi pelopor dan merupakan aspek penting dalam upaya penanganan perubahan iklim global ini. Ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh para generasi muda, seperti menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam hidup sehari-hari dan mengajak orang-orang di sekitar untuk ikut serta menjalankan kebiasaan tersebut.

Generasi muda juga memiliki pemikiran-pemikiran kreatif dan aktif dalam menyuarakan pendapat-pendapat mereka untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.

Tak hanya para pelajar, di Hari Pendidikan ini, konteks pendidikan juga dapat diterapkan pada masyarakat luas. Masyarakat pun masih memerlukan edukasi terutama mengenai permasalahan perubahan iklim global ini untuk meningkatkan kesadaran mereka. Karena ternyata masih banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa aktivitas yang mereka lakukan selama ini turut menyumbang emisi karbon dan menambah jumlah gas rumah kaca di atmosfer.

Banyaknya penggunaan kendaraan bermotor, pembakaran sampah rumah tangga, penggunaan energi yang tinggi, penggunaan alat elektronik, serta deforestasi merupakan beberapa contoh aktivitas manusia yang turut berperan dalam perubahan iklim global.

Dengan edukasi pada masyarakat berupa penyuluhan atau sosialisasi, masyarakat akan lebih memiliki kesadaran dan kepedulian untuk turut berpartisipasi dengan hidup lebih ramah lingkungan dan berupaya untuk mengurangi jumlah emisi karbon yang dihasilkan*).

Sumber:

Web resmi Sustainable Development Goals. diakses dari https://www.sdg2030indonesia.org/

Emilia Anggita Restiana Dewanti

Mahasiswa Pendidikan Biologi

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *