Dari Ribuan Perantau, Baru 8 Orang Yang Mudik Ke Prambanan

  • Whatsapp
Plt Camat Prambanan Puspa Enggar saat diwawancarai wartawan, Senin (3/5/2021) sore.

WartaKita.org – Pemerintah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten meminta kepada para Kepala Desa (Kades) dan Satgas Gugus Desa di wilayahnya untuk terus memantau pergerakan para pemudik yang kembali ke kampung halaman.

Berdasarkan laporan dari Pemerintah Desa (Pemdes), sampai Senin (3/5/2021), baru ada delapan orang pemudik. Perinciannya, enam orang pemudik dari warga Desa Kotesan dan dua orang pemudik dari warga Desa Randusari. Pemudik itu berasal dari Medan, Tanah Bambu, Sukabumi, dan Jakarta.

Bacaan Lainnya

Pernyataan ini disampaikan Plt Camat Prambanan Puspa Enggar, Senin (3/5/2021) sore.

“Masing-masing desa kita mintai laporan (pemudik)-nya. Dan sampai saat ini, baru ada enam pemudik dari Desa Kotesan, dan dua pemudik dari Desa Randusari. Sedang desa yang lainnya masih nihil,” katanya.

Puspa Enggar menyampaikan, para pemudik itu kemudian diminta untuk karantina di rumahnya sendiri selama lima hari.

“Untuk perlakuannya, mereka (pemudik) itu harus bisa menunjukkan surat bukti swab antigen. Karena mereka punya surat bukti swab antigen, dan hasilnya negatif, maka mereka diminta untuk karantina di rumahnya sendiri selama 5 kali 24 jam. Ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati Klaten,” ujarnya.

Puspa menjelaskan, secara umum, desa-desa di Kecamatan Prambanan sudah mempunyai tempat untuk karantina.

“Intinya, Pemerintah Desa sudah menyiapkan tempat untuk karantina. Seperti sekolahan (Desa Bugisan), gedung serbaguna (Desa Brajan), tempat khusus yang menyatu dengan balai desa (Desa Kemudo), rumah kosong (Desa Taji), dan lainnya. Jadi macam-macam kondisinya. Tetapi, tidak ada yang pakai rumah hantu. Karena Kepala Desa ya tidak tega,” paparnya.

Puspa menambahkan, ada ribuan warga Prambanan yang merantau ke luar daerah.

“Untuk sebarannya, paling banyak dari Kemudo, disusul Kebondalem Kidul,” ucapnya. (L Sukamta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *