Pembelajaran Daring, Butuh Komunikasi Antara Guru Dan Orang Tua

  • Whatsapp
Maria Putri Novitasari

PANDEMI Covid-19 membuat banyak perubahan di berbagai bidang. Antara lain di bidang kesehatan, pendidikan, seni kreatif, pariwisata, dan masih banyak lagi.

Pendidikan yang jauh sebelum pandemi selalu melaksanakan pembelajaran tatap muka, kini harus beralih menjadi pembelajaran dalam jaringan atau daring. Pembelajaran daring ini diberlakukan mulai dari PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, sampai Perguruan Tinggi.

Bacaan Lainnya

Pembelajaran daring ini menjadi sesuatu yang baru bagi kita semua. Karena pembelajaran daring, peran guru di sekolah “digantikan” oleh orang tua di rumah. Perangkat laptop, HP android dan jaringan internet saat ini menjadi sesuatu yang pokok ketika kita melakukan pembelajaran daring. Aplikasi Zoom, Google Meet, Weebex, Video Call, Edit Video, dan kainnya menjadi hal yang baru bagi orang tua, anak, serta warga sekolah.

Karena pembelajaran daring, maka peran orangtua yang selama ini harus mencari nafkah, bertambah menjadi guru bagi anaknya di rumah. Sedang peran guru kini bukan hanya mengajar anak saja, namun juga menjadi orang tua.

Kini, guru harus berkreasi dan berinovasi untuk membuat bahan ajar melalui virtual, serta tidak lupa menyapa anak-anak setiap harinya. Ini dilakukan agar terjalin kedekatan walaupun tidak pernah bertemu secara langsung dalam waktu yang lama.

Tak hanya itu, guru juga harus melaksanakan penilaian anak melalui foto dan video setiap harinya. Namun, tidak semua aspek perkembangan anak dapat dinilai dari rumah. Misalnya dari sisi sosial emosional anak. Karena tidak semua dapat dinilai ketika pembelajaran dari rumah.

Lalu bagaimana caranya agar pembelajaran daring dapat berlangsung dengan baik?

Kuncinya, harus ada komunikasi diantara guru dan orang tua.

Guru di era pandemi adalah guru yang siap melayani 1×24 jam. Karena itu diharapkan, orang tua tidak segan untuk bertanya kepada guru, menginformasikan keadaan anak kepada guru, dan juga keadaan orang tua sendiri. Karena hal itu menjadi sesuatu yang penting dalam pendampingan anak di pembelajaran daring ini.

Begitu pula guru. Mereka diharapkan bisa menjadi solusi dan pemecahan masalah terkait pembelajaran daring. Maka sebaiknya guru juga tidak terlalu menuntut dalam pengiriman tugas. Di sisi lain, orang tua juga perlu mendampingi anak semaksimal mungkin.

Dari komunikasi dapat terbentuk saling pengertian antara guru dan orang tua, sehingga tidak ada yang merasa terbebani.

Ternyata banyak hikmah di balik pandemi ini. Baik bagi guru, orang tua, dan murid.

Dulu, kita masih merasa asing dengan zoom, google meet, video call dan sebagainya. Tetapi sekarang, semuanya itu menjadi sesuatu yang biasa dan bisa dilakukan sehari-hari. (ls)

Maria Putri Novitasari

Guru TK Marsudirini Santa Theresia Boro, Kabupaten Kulon Progo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *