WartaKita.org – Aksi bom bunuh diri yang meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Tercela, Gereja Kristen Indonesia, dan Gereja Pantekosta 146 di Surabaya pada hari Minggu (13/5/2018) itu adalah tindakan nyata kejahatan terorisme.
Aksi teror ini telah menyebabkan duka, air mata dan bahkan darah yang tercurah pada saat Ibadah dan perayaan Ekaristi di Gereja menjadi saksi hilangnya toleransi dan akal sehat.
Ledakan Bom ini tidak hanya merusak harta benda, dan korban yang meninggal dunia serta beberapa orang luka berat, tetapi juga mengoyak kerukunan umat beragama yang sudah kita jaga.
Oleh karena itu, kami (Organisasi Kemasyarakatan Katolik) menyampaikan kepada keluarga korban dan kepada Bangsa Indonesia, bahwa kami merasakan duka yang sangat dalam serta prihatin dengan peristiwa bom bunuh diri ini. Kami turut berdukacita, turut berbela sungkawa atas korban kemanusiaan yang telah meninggal dunia. Beristirahatlah dalam damai di surga.
Kami memandang persatuan dan kesatuan dan kebhinekaan adalah keniscayaan yang harus terus menerus kita jaga, rawat, dan pertahankan dengan segenap jiwa dan raga sebagai suatu sebuah bangsa yang berdaulat. Kami juga memandang bahwa tragedi kemanusiaan ini telah melukai hati kita, anak-anak bangsa. Kita memang masih berduka, tetapi kita ingin bangkit dan melawan kejahatan terorisme dan semua tindakan intoleransi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.
Maka dengan ini, para Pimpinan Organisasi Massa Katolik di Indonesia menyatakan sikap sebagai bentuk keprihatinan kami atas peristiwa aksi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya tanggal 13 Mei 2018, sebagai berikut:
- Kami mengutuk keras aksi segala macam bentuk aksi terorisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kami menyerukan supaya tidak takut terhadap pelaku teror. Mari kita bersatu melawan segala bentuk aksi teror. Semangat persatuan dan kebhinekaan adalah keniscayaan yang harus terus-menerus kita jaga, rawat dan dipertahankan sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat.
- Kami mendesak sekaligus mendukung aparat keamanan, khususnya Polri untuk mengusut tuntas pelaku teror dan menanggulangi jaringan terorisme di NKRI. Hukum harus ditegakkan dan pelaku teror harus diproses melalui hukum yang berlaku dan mendapatkan hukuman yang setimpal.
- Kami mengajak semua pihak, khususnya umat Katolik di NKRI untuk menciptakan suasana yang kondusif di masyarakat, mempererat persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa untuk melawan kejahatan terorisme, dan tetap merawat komitmen kebangsaan.
Akhir kata, mari kita memperkuat komitmen kebangsaan, dan kami memandang tidak ada tempat bagi pelaku teror di Negara Pancasila. Oleh karena itu, kepada seluruh elemen anak bangsa, kami mendorong untuk bersama-sama membangun Indonesia dengan semangat kebersamaan, kegotong-royongan, mewujudkan solidaritas tanpa sekat, tanpa terpecah belah oleh politik identitas dan ujaran kebencian.
Pernyataan sikap ini disampaikan oleh Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia, Presidium DPP Wanita Katolik Republik Indonesia, Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Sekretaris Nasional Forum Masyarakat Katolik Indonesia, dan Forum Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Agung Jakarta.









