WartaKita.org – Sebanyak 130 calon penerima Sakramen Penguatan Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Kalijaga di Dukuh Karangasem, Desa Dengkeng, Kecamatan Wedi, Minggu (13/5/2018).
Ketua Bidang (Kabid) Pewartaan dan Evangelisasi Paroki Wedi Agustinus Sukirmo menyampaikan, kunjungan ke Ponpes Sunan Kalijaga ini merupakan salah satu program kegiatan calon penerima Sakramen Penguatan.
“Dalam kunjungan ini, kami bersilaturahmi dan berkumpul bersama santri. Kami ingin mengetahui dan mengenal lebih dekat Ponpes Sunan Kalijaga. Ini adalah bagian dari srawung lintas iman yang digalakkan di Keuskupan Agung Semarang,” katanya.
Kunjungan rombongan dari Paroki Wedi ini diterima oleh Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Kyai Susilo Eko Pramono.
Pada kesempatan itu, Kyai Susilo menjelaskan, agama Nasrani, agama Yahudi, dan agama Islam itu sebenarnya akarnya (asalnya) sama, yaitu agama semit. Terbukti, banyak nama-nama nabi yang sama.
“Maka, tidak semestinya kita bermusuhan. Sebaliknya, kita perlu mengembangkan persaudaraan,” pesannya.
Pada acara ini, mereka yang hadir diajak berdoa untuk para korban “Bom Surabaya” yang terjadi pada Minggu (13/5/2018) pagi itu. Kemudian, mereka melakukan ikrar kebangsaan.
Untuk menyemarakkan suasana, maka anak-anak calon penerima Sakramen Penguatan menyanyikan beberapa lagu, dan para santri melantunkan shalawatan. Acara diakhiri dengan makan dan minum bersama.









