WartaKita.org – Kabar gembira bagi para pecinta kuliner utamanya penggemar bakso dan mie ayam.
Ya, mulai 1 Desember 2023, telah hadir Bakso Cleophilla Junior di komplek Sekarsuli Garden, Jalan Mayor Kusmanto Sungkur, Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten.
Bakso Cleophilla Junior ini menyuguhkan menu spesialis yaitu bakso urat dan mie ayam.
Di warung ini, pengunjung bisa menikmati aneka menu, seperti bakso spesial, bakso rusuk, bakso urat, bakso babat, bakso halus koyor, dan bakso halus biasa.
Pengunjung juga bisa memesan mie ayam bakso spesial, mie ayam bakso rusuk koyor, mie ayam bakso koyor, mie ayam bakso rusuk, mie ayam bakso, mie ayam rusuk, mie ayam koyor, dan mie ayam biasa.
Dan untuk semakin memanjakan selera pengunjung, Bakso Cleophilla Junior juga menyediakan menu baru, yakni ayam goreng kampung, ayam goreng kremes, dan ayam gongso.
Owner Bakso Cleophilla Junior, Sutardi (67), Rabu (24/1/2024), menyampaikan, ia mulai berjualan bakso sejak tahun 1984. Saat itu, ia berjualan dengan mendorong gerobak di sekitar Kampung Sungkur, Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara.
“Saat itu larisnya minta ampun. Laris sekali. Nah, waktu itu ada masukan dari teman-teman kepada saya untuk berjualan di Jalan Mayor Kusmanto Klaten. Maka, saya pun lalu berjualan secara menetap,” katanya.
Sutardi menyatakan, pertama kali ia berjualan menetap di sekitar Bawor. Kemudian ia disuruh pindah. Maka, ia pun membikin “emplek-emplek” di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten. Waktu itu, masih ada Kantor Perindustrian Kabupaten Klaten.
Tak berselang lama, bapak satu anak ini pun pindah di sebelah jembatan dekat Kantor KPU Klaten.
Sekitar tahun 1990, ia berjualan di Plaza Matahari Klaten, di lantai atas selama dua tahun.
Kemudian, ia pindah berjualan ke Las Pak Ismo di seputaran Sungkur sekitar 2 tahun. Dan selanjutnya, ia pun balik mendorong gerobak lagi untuk berjualan bakso secara berkeliling.
“Nah, saat berjualan keliling itu, teman-teman ngasih saran, mbok kamu ke luar (berjualan) di pinggir jalan lagi. Lalu saya pikir-pikir lagi. Dan sejak tahun 2007 sampai sekarang, saya jualan di pinggir Jalan Mayor Kusmanto Sekarsuli,” ujarnya.

Suami dari Sutini ini mengatakan, ia mulai pindah berjualan di Sekarsuli Garden sejak tanggal 1 Desember 2023. Jadi hampir dua bulan.
“Di sini laris. Alhamdulillah, pengunjung menanjak sekali, hampir 50 persen dari yang kemarin,” ucapnya.
Sutardi mengemukakan, menu menu spesialis di sini yaitu bakso urat dan mie ayam.
“Menu unggulan di sini itu bakso spesial urat koyor dan mie ayam spesial. Yang di Klaten belum ada. Baru ada di sini. Bedanya dengan mie ayam lainnya ya jauh sekali. Di sini ada rusuk, ada babat, ada bakso urat, ada thethelan, ada pangsit, dan sebagainya,” ungkapnya.
Menurutnya, nama Bakso Cleophilla Junior ini diambil dari nama dua cucunya, yaitu Cleophilla dan Junior.
“Saya itu punya cucu cewek. Lha daripada pakai nama lain-lainnya. Saya pikir-pikir, nama cucu cewekku itu pasti bawa hoki. Dan ternyata betul. Setelah saya pakai nama itu, terus “meledak”. Sampai saya buka tujuh cabang. Seperti di Pedan, Bendogantungan, Wedi, dan sekitar Kota Klaten ini,” terangnya.
Namun sekarang, Sutardi mengaku tidak mau buka cabang lagi. Karena selain usianya yang sudah 67 tahun, ia juga ingin lebih fokus dalam berjualan bakso.
“Saya hanya berjualan di sini. Sekarang saya punya 4 karyawan. Kalau pas booming, dan buka sampai 7 cabang itu, karyawan saya banyak banget. Kenapa tidak dilanjutkan? Ya, karena ada kendala pada karyawan yang tidak bisa dipercaya. Karena saya tidak bisa mengontrol karyawan satu per satu,” paparnya.
Sutardi menambahkan, pelanggan Bakso Cleophilla Junior ini dari mana saja dan banyak banget. Dari Semarang, Jogja, Solo, Sukoharjo, Klaten, dan sebagainya. Karena saking sukanya dengan bakso buatannya, maka banyak pengunjung yang datang sampai membawa rombongan. Mereka ngelengke (menyempatkan) hanya untuk makan bakso di Bakso Cleophilla Junior.
“Pengakuan pengunjung, (rasa Bakso Cleophilla Junior ini) nggak ada yang lainnya. Ini satu-satunya. Cuma ada di sini saja. Karena biasanya, orang makan bakso itu kan yang diambil kuahnya dulu. Nah, mereka sering bertanya, kenapa nggak pakai bumbu, tetapi kok rasanya bisa enak seperti ini…,” katanya menirukan pelanggan.

Warga Kampung Sungkur RT 02 RW 04 Desa Sekarsuli ini menjelaskan, ada yang membedakan antara menu yang disajikan di warungnya dengan menu warung lainnya.
“Di sini itu dagingnya pilihan, paling super. Kuahnya juga berbeda. Kuahnya itu saya masukkan thethelan 10 kilo dalam satu dandang. Maka nggak ada lemaknya sama sekali di kuah itu. Dan ini bisa ditest dengan es batu. Bisa ngelilin atau nggak. Ini bisa dibuktikan di etalase. Kita nggak pakai bumbu sama sekali. Bahkan kita tidak pakai bawang se kuku saja. Kuah itu dari thethelan dan (ditambah) garam saja. Kita nggak pakai rempah-rempah sama sekali,” jelasnya.
Sutardi menambahkan, Bakso Cleophilla Junior ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 pagi sampai pukul 20.00 malam, atau tergantung dengan ketersediaan menu yang ada di meja.
Sementara itu, salah satu pelanggan setia Bakso Cleophilla Junior, Sugiyarti mengaku sudah beberapa kali makan bakso di sini. Bahkan hampir setiap hari.
“Menu yang menarik di sini itu bakso koyor. Saya cocok. Makanya saya sering ke sini. Kalau nggak ke sini, mendingan saya nggak makan bakso. Bakso koyor di sini itu sangat berciri khas. Baksosnya lain daripada yang lain. Baksonya itu dari daging asli. Kalau mie ayamnya lembut, enak. Mantap pokoknya,” ujar warga Koripan, Kecamatan Delanggu itu.
Kedepan, Sutardi ada rencana ingin mengembangkan usahanya lagi. Tetapi harus ditangani sendiri.
“Saya bersyukur. Ya alhamdulillah, dari berjualan bakso, saya sudah mendapatkan apa saja. Seperti bisa beli rumah, bangun rumah, beli mobil. Sekarang saya sudah punya dua rumah, dua lantai semuanya,” ucap Sutardi.









