WartaKita.org – Sekitar 40 petani tembakau dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur melakukan kunjungan lapang mengenai pengelolaan, penanganan panen dan pasca panen serta pemasaran tembakau (DBHCHT TA 2022) di Kelompok Tani Rukun Sata Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Selasa (22/11/2022).
Plt Kabid Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten, Lilik Nugraharja dalam sambutan selamat datang mengapresiasi kunjungan lapang dari petani tembakau Kabupaten Pacitan di Kelompok Tani Rukun Sata Desa Karangpakel ini.
“Alhamdulilah, terima kasih kepada petani tembakau Kabupaten Pacitan yang telah memilih Klaten untuk kunjungan lapang sebagai ajang tukar informasi mengenai pertembakauan. Sekadar informasi, di Klaten ini ada macam petani tembakau, yaitu petani tembakau asepan dan petani tembakau rajangan. Sedang luas tanaman tembakau di Klaten pada tahun 2022 ini turun karena kondisi cuaca. Untuk harga tembakau asepan kali ini baru berkibar (tinggi). Sedang untuk petani tembakau rajangan banyak yang mulai kolaps karena ketidakpastian harga tembakau,” katanya.
Sedang Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan yang diwakili Kabid Perkebunan, Joko Rinanto dalam sambutan mengatakan, dalam kunjungan lapang ini, petani tembakau Pacitan ingin kaji lapang, kaji terap dan ngangsu kawruh secara langsung kepada petani tembakau di Kelompok Tani Rukun Sata Desa Karangpakel.
“Semoga dari kegiatan kunjungan lapang ini, akan banyak ilmu yang bisa dibawa pulang (ke Pacitan). Baik mengenai manajemen proses, manajemen hasil, dan manajemen dampak. Pengetahuan dan pengalaman yang kita peroleh di sini akan kita kembangkan untuk dunia pertembakauan di Pacitan. Sehingga petani tembakau di Pacitan akan semakin sejahtera,” ujarnya.

Kegiatan kunjungan lapang ini diisi dengan penyampaian materi dari Ketua kelompok Tani Rukun Sata Desa Karangpakel, Juwandi, diskusi, dan kunjungan langsung ke gudang tembakau asepan di Trucuk.
Ketua Kelompok Tani Rukun Sata Desa Karangpakel, Juwandi, dalam paparan menyambut baik kunjungan lapang ini. Ia merasa terpanggil untuk memberikan ilmu dan pengalaman yang berguna untuk dunia pertembakauan. Khususnya tembakau Dark Fire Cured (DFC) atau asepan. Dimana tembakau ini adalah tembakau unggulan. Dan brand-nya telah dimiliki oleh Klaten dan Boyolali.
“Tidak ada salahnya teman-teman petani tembakau dari Pacitan belajar atau ngangsu kawruh bagaimana menciptakan tembakau yang menjadi komoditi ekspor. Karena tembakau teman-teman di Pacitan itu biasanya hanya untuk pasaran lokal, atau pasar dalam negeri saja. Semoga ilmu (pertembakauan) kita ini bisa berguna, sehingga bisa mengangkat nilai ekonomi dari sektor tembakau,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah itu menyampaikan materi dari budidaya sampai proses pemasaran tembakau.









