WartaKita.org – Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria Assumpta Gamping, Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Pekan Doa selama sepekan dari Senin (19/4/2021) dan berpuncak pada Sabtu (24/4/2021).
Pastor Paroki Santa Maria Assumpta Gamping, Rama Yoseph Nugroho Tri Sumartono, Pr menjelaskan, kegiatan Pekan Doa ini diadakan untuk memperkenalkan Minggu Panggilan kepada PIA (Pendampingan Iman Anak), PIR (Pendampingan Iman Remaja), dan OMK.
“Karena momentum ini bertepatan dengan Minggu Panggilan, dan supaya kita terbiasa untuk melihat rama, suster, bruder, dan frater,” kata rama.
Rama Nugroho Tri Sumartono menambahkan, selain untuk memperkenalkan Minggu Panggilan, kegiatan Pekan Doa ini juga untuk mendoakan warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang mengalami bencana alam beberapa waktu silam.
“Tema Pekan Doa ‘Menjadi Saksi Belas Kasih Allah’ ini merupakan tema yang direnungkan oleh calon krismawan dan krismawati. Kita harus bisa menceritakan kisah Kasih Tuhan kepada saudara-saudari kita yang sedang bersedih. Kita menjadi saksi Kasih Tuhan dengan gerakan-gerakan seperti ini. Dari Gamping untuk Indonesia,” jelas rama.
Salah satu suster yang membantu OMK dalam mempersiapkan Pekan Doa, Suster Gregorista, CIJ menyampaikan, Pekan Doa yang juga disiarkan melalui kanal Youtube Komsos Gamping ini dikemas dalam bentuk ibadat singkat. Sedang intensi doa untuk menyambut hari Minggu Panggilan dan juga doa untuk bumi, terlebih untuk umat di NTT dan wilayah lain yang sedang mengalami bencana alam.
“Dalam mempersiapkan Pekan Doa yang singkat ini, kita persiapkan bersama dengan teman-teman OMK. Bagaimana rangkaian acaranya, juga termasuk doa-doa yang kita doakan bersama,” terang suster.
OMK Paroki Gamping juga mengundang sejumlah frater dari Kongregasi Hari Kudus Yesus dan Maria (SSCC) dan Frater Praja Keuskupan Agung Semarang (KAS) untuk memeriahkan acara puncak Pekan Doa ini.
Kegiataan Pekan Doa ini memberi kesan tersendiri bagi para frater.
Frater Yosafat Elly Dhita Karunia menuturkan, kegiatan ini sangat baik. Karena paroki memfasilitasi usaha dari teman-teman muda untuk terlibat dalam Gereja. Juga karena teman-teman muda dan anak-anak ikut terlibat dalam Minggu Panggilan ini.
“Ternyata, banyak umat dan teman-teman muda yang mendukung panggilan kita sebagai imam, suster, bruder, dan frater dengan ikut berdoa pada kegiatan Minggu Panggilan ini. Itu yang istimewa untuk saya pada acara kegiatan Minggu Panggilan ini,” ujar Frater Dhita dari Frater Praja KAS.

Sementara itu Frater Agustinus Kartono dari Frater Praja KAS berharap, dengan Minggu Panggilan ini teman-teman muda bisa semakin terbuka dan tahu bahwa banyak mengenai panggilan.
“Panggilan itu tidak hanya seperti kami ini. Tetapi yang penting, panggilan itu berguna bagi orang di sekitar. Jadi apapun panggilannya, itu semua baik. Karena itu kami berharap, anak-anak dan teman-teman muda di sini terus bersemangat dalam belajar di Gereja dan dalam pelayanannya,” pesan Frater Agustinus Kartono dari Frater Praja KAS.
Selain berdoa bersama, para PIA, PIR, dan OMK juga diajak untuk menyisihkan uang saku mereka untuk membantu warga di NTT sebagai salah satu bentuk solidaritas dan bentuk Kasih Allah. Dana yang telah terkumpul nanti akan disalurkan kepada warga di NTT melalui Karitas Indonesia (Karina) KAS.









