Lakukan Apapun Dengan Serius, Hasilnya Akan Luar Biasa…

Johan Imanulloh berfoto bersama anak asuhnya.

WartaKita.org – Johan Imanulloh atau akrab disapa dengan Pak Jo adalah salah satu guru Bimbingan Konseling (BK) di SMA Negeri 2 Purbalingga. Jo lahir pada 22 November 1990 di Purbalingga. Dia lahir dari pasangan Suwarno dan Sri Sularsih. Jo adalah anak ketiga dari empat bersaudara.

Pak Jo menjalani pendidikannya di bangku SD Aisiyiyah Purbalingga, lalu SMPN 4 Purbalingga, dan kemudian melanjutkan di SMK YPT 2 Purbalingga. Setelah Lulus SMK, dia melanjutkan ke Universitas Negeri Surakarta. Jo memiliki hobi makan dan olahraga basket.

Bacaan Lainnya

Awal mula Jo menyukai basket itu saat dia Kelas 3 SMP. Pada saat itu ada pengalihan ekstrakurikuler dari badminton ke ekstrakurikuler lain. Dan akhirnya, Jo memilih basket. Saat itu bertepatan dengan pertandingan basket tingkat kabupaten. Dari situlah akhirnya dia menjadi tim basket Kabupaten Purbalingga.

Ketika di bangku SMK, dia juga masih menekuni dunia basket. Hobbynya itu dilanjukan hingga  di bangku kuliah.

Berbagai ajang pertandingan basket selalu dia ikuti. Seperti pertandingan Kejurda, Rektor UMP, Dulongmas, Pra Porprov, dan masih banyak lagi. Salah satu prestasi yang dia dapat adalah saat mengikuti pertandingan Rektor UMS dan mendapatkan juara 2.

Pada tahun 2017, Jo mulai mengajar sebagai guru BK di SMA Negeri 2 Purbalingga. Pada tahun itu juga dia menikah dengan seorang bidan yang bernama Yuni Purwaningsih. Kini, mereka telah dikaruniai seorang putri bernama Kikandria Naima Fressy.

Sampai sekarang, Jo mengajar sembari menjadi pelatih basket di SMA Negeri 2 Purbalingga. Karirnya menjadi pelatih basket telah dia tekuni sejak tahun 2017 silam.

Berbagai klub pernah dibinanya dan membuahkan hasil yang membanggakan. Sampai-sampai ada anak didiknya yang juga kebetulan bersekolah di SMA tersebut bisa masuk di Perguruan Tinggi serta mendapat beasiswa berkat bimbingan dan arahan dari guru BK sekaligus pelatih basketnya ini. Hal tersebut merupakan suatu kebanggakan yang istimewa.

Tak hanya itu, hal yang sangat istimewa juga datang ketika dia mendampingi klub basket Fakultas Pertanian UNS untuk berangkat ke Kejurnas di Universitas Brawijaya dengan bekal apa adanya. Saat itu, Jo beserta anak didiknya tidak memiliki tempat tinggal dan akhirnya tidur di balkon wisma atlet serta hanya beralaskan sarung saja.

Namun hal tersebut tak mengurangi semangat mereka. Berkat dorongan Jo dan semangat anak didiknya, mereka bisa masuk ke babak final dan akhirnya mendapatkan juara.

Meskipun bukan dari jurusan olahraga, namun Jo mampu memberikan manfaat untuk sekitarnya dengan hobi yang ditekuni sejak remaja. Dari sini Jo berkeyakinan, semua yang dilakukan dengan serius pasti akan menghasilkan yang luar biasa.

“Anak muda harus melakukan apapun dengan serius. Karena kalau dilakukan dengan serius, pasti akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Intinya, nggak ada yang bakal sia-sia,” kata Johan melalui sambungan telepon.

Pos terkait