Tradisi Rewangan Di Hajatan Perkawinan, Wujud Nyata Dari Gotong Royong Dan Kekeluargaan

Para bapak dan pemuda sedang membuat panggung dan dekorasi hajatan perkawinan di rumah mempelai wanita, Kamis (22/9/2022).

WartaKita.org – Salah satu kegiatan gotong-royong yang masih melekat di kalangan masyarakat saat ini adalah tradisi rewangan ketika ada warga atau tetangga sedang menggelar hajatan, seperti perkawinan dan sebagainya.

Seperti yang masih berlangsung di Dukuh Ngendegan, Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.

Bacaan Lainnya

Pada hajatan perkawinan, tradisi rewangan merupakan wujud nyata dari gotong royong dan kekeluargaan warga yang masih terlihat. Warga terlihat rukun dengan sesamanya yang sedang mempersiapkan acara hajatan tersebut.

Masyarakat di sekitar tuan rumah secara sukarela datang untuk membantu mempersiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan acara hajatan itu.

Para ibu sedang mempersiapkan makanan untuk rewangan hajatan di Dukuh Ngendegan, Kamis (22/9/2022).

Salah seorang warga Dukuh Ngendegan, Syamsudin, Kamis (22/9/2022), menyampaikan, ada sekitar 40 warga yang datang untuk ikut rewangan mempersiapkan panggung yang akan digunakan untuk acara resepsi

“Meskipun sampai malam hari, kami siap membantu segala sesuatu yang dibutuhkan,” katanya.

Syamsudin menyatakan, rewangan dalam hajatan perkawinan dilaksanakan sebelum dan sesudah acara dilangsungkan. Mulai dari mempersiapkan alat memasak, tenda tamu undangan, mempersiakan kursi dan meja, sampai urusan pemasangan spanduk.

Setelah acara selesai, warga kembali rewangan membongkar tenda dan membersihkan tempat hajatan seperti semula.

Pos terkait