WartaKita.org – Para Gubernur, Bupati, Walikota dan Seluruh Gerakan Koperasi diharapkan mampu mendorong koperasi melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sehingga semua koperasi menjadi sehat. Pemerintah terus-menerus melakukan pembinaan untuk pengembangan koperasi.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Klaten Sri Mulyani saat membacakan sambutan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Republik Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi ke-71 tahun 2018 di Alun-Alun Klaten, Jumat (13/7/2018).
Bupati Klaten Sri Mulyani menyatakan, berkat perhatian Pemerintah, maka saat ini ada koperasi yang omzetnya puluhan triliun, koperasi yang sudah masuk bursa efek, dan bahkan sudah ada koperasi yang membeli saham Bank BRI Syariah.
“Dengan demikian diharapkan terjadi sinergi positif antara upaya yang dilakukan oleh Gerakan Koperasi dan Pemerintah. Sehingga koperasi menjadi kuat dan mampu meningkatkan perannya dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan,” katanya.
Bupati Klaten mengatakan, sejalan dengan program Presiden dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi untuk memberikan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan, maka koperasi memiliki peran yang strategis. Pertumbuhan ekonomi bisa saja tercapai, tetapi belum tentu terjadi pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Solusi yang tepat untuk melakukan pemerataan pendapatan tersebut adalah melalui koperasi. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin yang mengatakan bahwa: koperasi dapat menjalankan peran sebagai pemutus mata rantai kesenjangan di kalangan masyarakat,” ujarnya.
Sri Mulyani juga menyampaikan, sesuai dengan arahan Presiden untuk melakukan Reformasi total koperasi, maka Kementerian Koperasi dan UKM melakukan tiga langkah strategis. Pertama, melakukan reorientasi koperasi, kedua rehabilitasi koperasi, dan ketiga, melakukan pengembangan koperasi.
“Reformasi koperasi yang berorientasi pada pemberdayaan koperasi ini lebih kepada kualitasnya, bukan lagi pada kuantitas koperasi. Oleh karena itu, koperasi beserta para pembina koperasi di Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota perlu menggerakkan pembangunan koperasi yang berkualitas dari aspek kelembagaan, usaha, dan keuangannya,” pesannya.
Bupati Klaten menambahkan, rehabilitasi koperasi dimulai dengan membuat database koperasi di seluruh Indonesia sebagai dasar untuk pembenahan koperasi. Dari keseluruhan jumlah koperasi sebanyak 212.570 unit koperasi pada tahun 2014, saat ini telah berkurang menjadi 152.714 koperasi. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 80.008 koperasi telah melaksanakan RAT, yang belum melaksanakan RAT sebanyak 72.706, dan yang telah dibubarkan sebanyak 40.103 koperasi,” paparnya.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2014, kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional sejumlah 1,71 persen. Dan selanjutnya pada tahun 2016 sudah meningkat menjadi 3,99 persen. Serta pada tahun 2017 kontribusi koperasi terhadap PDB Nasional sudah meningkat lagi sebesar 4,48 persen.
Seusai upacara, peserta dihibur dengan orgen tunggal serta pembagian doorprize aneka barang elektronik.









