Hebat! CU Kridha Rahardja Terus Bertumbuh Secara Kelembagaan Dan Sebagai Gerakan Pemberdayaan

Ketua Pengurus CU Kridha Rahardja Rama Antonius Sumarwan, SJ.

Warta Kita.org – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Credit Union Kridha Rahardja (CUKR) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan Rapat Anggota Khusus (RAK) Tahun Buku 2025 di Wisma Pangesti Wening Jalan Mgr Sugiyopranoto Nomor 58 Sumber, Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang pada Jumat sampai Sabtu (27-28/3/2026).

RAT CU Kridha Rahardja kali ini mengusung tema “Menghidupkan Teritori, Menggerakkan Anggota: Pemangku sebagai Penggerak Pemberdayaan CUKR”.

Bacaan Lainnya

Ketua Pengurus CU Kridha Rahardja Rama Antonius Sumarwan, SJ menyampaikan, dalam tiga tahun terakhir ini, CUKR terus bertumbuh tidak hanya secara kelembagan, tetapi juga sebagai gerakan pemberdayaan.

Beberapa catatan penting yang patut disyukuri diantaranya:

Satu, penguatan organisasi berbasis teritori di mana anggota diorganisir dalam wilayah komunitas yang dikoordinasi Pemangku Teritori dan didampingi Pengurus, Komite, serta Manajemen.

Dua, adopsi Asset Based Community Development (ABCD) dan Apprecative Inquiry sebagai paradigma dan strategi pengembangan organisasi dan pemberdayaan anggota.

Tiga, pengembangan budaya gerakan, termasuk hadirnya Mars CUKR pada tahun 2025 sebagai simbol identitas dan semangat kolektif.

Empat, penguatan ekosistem pemberdayaan melalui CUKR Award dan Sekolah Bisnis untuk mendukung pertumbuhan kapasitas dan kemandirian ekonomi anggota.

Lima, digitalisasi melalui Escete SuperApp dan berbagai kanal media sosial CUKR yang semakin dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan, penciptaan branding lembaga dan mempromosikan produk-produk anggota.

Enam, pengakuan kesehatan kelembagaan melalui penilaian resmi Kementerian Koperasi yang menetapkan CUKR sebagai koperasi close loop dengan predikat Sehat (skor 80,16) mencerminkan tata kelola yang baik, profil risiko yang kuat, serta struktur permodalan yang semakin kokoh.

Tujuh, kondisi keuangan yang semakin sehat, ditandai dengan peningkatan kualitas aset, modal lembaga yang terus tumbuh, serta rasio pinjaman beredar yang berada pada tingkat ideal, dan rasio kredit lalai yang berada pada tingkat aman.

Delapan, akuntabilitas yang terjaga melalui audit rutin Kantor Akuntan Publik dengan opini wajar.

Sembilan, peneguhan arah masa depan melaui Strategic Plan 2026-2028 yang memperluas makna “CUKR yang berkelanjutan” bukan semata lestari atau terus ada, melainkan juga sebagai keseimbangan antara kesehatan finansial, keadilan dan solidaritas sosial, serta kelestarian lingkungan.

Sepuluh, penguatan gerakan dengan menambahkan semangat “Memayu Hayuning Bawana” (memperindah dunia) sebagai komitmen untuk hidup selaras dengan sesama, alam, dan Tuhan Sang Pencipta.

Dan sebelas, terwujudnya gedung Kantor Pusat CUKR di Dukuh Prampelan RT 04 RW 06 Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

“Semua capaian ini bukan sekadar hasil kerja Abdi Sedulur (Pengurus, Pengawas, Komite, Manajemen, dan Pemangku Teritori), melainkan juga buah dari kebersamaan, partisipasi, dan komitemen seluruh anggota,” kata Rama Antonius Sumarwan.

Pos terkait