WartaKita.org – Desa memiliki karakter unik dan beragam yang tidak dimiliki oleh desa lainnya baik dari aspek sosial, ekonomi, budaya dan lingkungannya. Karakter yang unik dan spesifik itu menjadikan desa dapat dikembangkan sesuai dengan potensinya.
Salah satunya adalah potensi yang dimiliki Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, khususnya di Padukuhan Bejen. Mereka mempunyai budaya atau tradisi masyarakat yang unik.
Demikian hasil Sarasehan Temu Warga Padukuhan Bejen, Kalurahan Caturharjo, yang digelar oleh Kelompok 16 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Proklamasi 45 (UP45) Yogyakarta di padukuhan setempat, Senin (31/7/2023).
Sarasehan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, diantaranya kelompok ternak, pelaku UKM, Karang Taruna, RT/RW, Kelompok Tani, Kader PKK, Takmir Masjid dan tokoh masyarakat.
Pendamping Lapangan KKN UP45 Yogyakarta Kelompok 16 yang tampil sebagai pemrasaran kegiatan sarasehan, Nurhadi menyampaikan, saat ini, Kalurahan Caturharjo telah ditetapkan sebagai salah satu Kalurahan Budaya oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tidak semua kalurahan menyandang gelar tersebut.
“Kebijakan (Peraturan Gubernur DIY Nomor 93 Tahun 2020 tentang Desa/Kalurahan Mandiri Budaya) tersebut nantinya mengamanatkan perlu adanya aktivitas pariwisata, pemberdayaan usaha kecil menengah dan pemberdayaan perempuan di kawasan Kalurahan Budaya. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kalurahan Caturharjo khususnya Padukuhan Bejen yang memiliki beragam potensi budaya itu,” katanya.
Nurhadi menyatakan, pengembangan Kalurahan Caturharjo sebagai Kalurahan Budaya tidak mungkin hanya dibebankan atau menjadi tanggung jawabnya Pemerintah Kalurahan saja. Akan tetapi, padukuhan-padukuhan beserta warganya berperan sebagai ujung tombaknya.
“Potensi budaya dan tradisi Padukuhan Bejen perlu dikembangkan tidak hanya sebatas menjadi asset. Tapi perlu dibangun brand image beragam usaha. Salah satunya wisata budaya atau tradisi,” ujarnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Kelompok Ternak “Andini Harjo” Padukuhan Bejen, Yitno.
Ia mengatakan, Padukuhan Bejen sebenarnya memiliki potensi budaya. Salah satunya alat transportasi tradisional yang lumayan banyak, yaitu Gerobak Sapi.
“Gerobak sapi ini di tempat lain telah dijadikan paket atraksi wisata seperti wisata keliling kampung. Namun kita belum memanfaatkannya. Nantinya kedepan kita berharap dapat bekerjasama untuk mengembangkannya,” harapnya.
Sedang Kepala Dukuh Bejen Sutarsih dalam sambutan mengemukakan, Padukuhan Bejen memiliki beragam potensi termasuk budaya. Potensi yang ada ini perlu terus dikembangkan. Terlebih pada tahun depan, Kalurahan Caturharjo menghadapi Lomba Desa Inovasi dan Padukuhan Bejen ditunjuk untuk mengikuti acara tersebut.
“Untuk itu, kegiatan pengabdian masyarakat UP45 melalui KKN ini diharapkan dapat mendukung agenda tersebut. Dengan kegiatan tersebut juga dapat membelajarkan mahasiswa tentang kehidupan sosial masyarakat secara langsung,” terang satu-satunya Kepala Dukuh perempuan di Kalurahan Caturharjo ini.









