Karena Membela Diri, Warga Jetis, Klaten Selatan Gelar Aksi Solidaritas, Tuntut APH Bertindak Adil, Bebaskan Taupiq

Ratusan warga Desa Jetis menggelar aksi solidaritas untuk mendukung Taufiq di rest area desa setempat pada Sabtu (4/5/2024) sore.

WartaKita.org – Ratusan warga Desa Jetis, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten menggelar aksi solidaritas di rest area desa setempat pada Sabtu (4/5/2024) sore.

Mereka menuntut Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak adil dan bersikap arif bijaksana dalam menyikapi atau menangani perkara yang menjerat Taupiq Khori Muhilal (31), warga Dukuh Gatak, Desa Jetis.

Bacaan Lainnya

Untuk diketahui, Taufiq adalah peternak bebek yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan yang terjadi pada Selasa, 19 Maret 2024.

Dalam kasus ini, Taupiq memang sempat berduel dengan kakak – adik, yakni Wagiman (46) dan Suradi (43), warga Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan hingga salah satunya meninggal dunia.

Akibat peristiwa tersebut, Taupiq dijerat pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiyaan berakibat pada hilangnya nyawa orang lain. Adapun ancaman hukumannya yaitu tujuh tahun penjara.

Pada aksi solidaritas tersebut, sejumlah warga membawa poster dan spanduk bertuliskan dukungan terhadap Taupiq.

Tulisan poster itu di antaranya: Bebaskan Taupiq, Membela Diri Kok Di Hukum dan Lawan Premanisme. Ada juga poster spanduk bertuliskan Solidaritas Masyarakat Untuk Taupiq (S.M.U.T), Wahai Bapak Hakim, Bapak Jaksa, Bapak Polisi. Tolonglah !!! Bebaskan Taupiq Khori Muhilal bin Suparno, dari Jeratan Hukum karena Membela Diri dari Arogansi Preman !!!

Koordinator aksi solidaritas, Heru Supriyanto mengatakan, aksi yang dilakukan warga dari Dukuh Gatak, Wanteyan, Pokoh (Desa Jetis), dan sekitarnya ini adalah murni untuk mendukung Taufiq.

“Ini aksi solidaritas dari warga Jetis. Kami hanya meminta bapak hakim, bapak kejaksaan dan bapak kapolres untuk membebaskan sudara Taupiq. Dikarenakan kami dari warga menilai (Taufiq) hanya membela diri,” katanya.

Ketua RW 09 Desa Jetis ini menilai, Taupiq layak untuk dibebaskan karena saat kejadian itu ia tidak sengaja melakukan pemukulan. Terlebih lagi posisinya juga dianiaya oleh Wagiman dan Suradi sehingga membela diri.

“Maka, warga Desa Jetis tetap mengharapkan Taupiq untuk dibebaskan. Karena yang menyulut duel pertama kali adalah Suradi,” ujarnya.

Warga Desa Jetis menuntut Aparat Penegak Hukum untuk bertindak adil dalam menyikapi atau menangani perkara yang menjerat Taupiq, warga Dukuh Gatak, Desa Jetis.

Supriyanto mengungkapkan, saat kejadian, Suradi yang dalam kondisi pengaruh minuman keras melakukan pemukulan terhadap Taupiq yang sedang angon bebek.

Kemudian dibalas oleh Taupiq hingga jatuh ke lahan persawahan. Setelah adu pukul, Suradi pulang ke rumah dan kembali bersama kakaknya Wagiman dengan membawa kayu potongon kursi dan dipukulkan ke bagian kepala Taupiq.

Taupiq sempat melakukan pembalasan dengan melakukan pemukulan sebanyak tiga kali ke arah Wagiman yang dalam pengaruh minuman keras juga.

Kemudian dipisah oleh warga lalu pulang. Tetapi Taupiq tidak menyadari bahwa Wagiman yang tergeletak setelah dipukulnya itu ternyata kemudian meninggal dunia.

“Mereka berdua (Wagiman dan Suradi) ini sering malak. Termasuk kepada para petani. Tidak hanya kepada warga Jetis saja. Warga sudah pada tahu kalau mereka sering bikin onar. Terutama di lahan pertanian,” ungkapnya.

Supriyanto menyatakan, selama ini, Taufiq dikenal sebagai warga yang baik.

“Taupiq ini di desa juga aktif dalam kepemudaan, aktif juga di dalam kegiatan gotong-royong, dan tidak pernah membuat ulah di desa kami,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Jetis Mulyatno mengungkapkan, aksi solidaritas yang dilakukan ini murni gerakan dari warga.

Ia justru diberitahu warga, sehingga mendatangi lokasi aksi tersebut untuk memastikan agar tidak ada tindakan anarkis.

“Kita tidak bisa mencampuri urusan hukum. Maka kita serahkan kepada hukum. Hanya saja kalau dukungan moril silakan. Ini dari masyarakat. Tidak dari Pemerintah Desa. Kita tidak menyuruh sama sekali. Ini inisiatif dari warga dan paguyuban peternak bebek,” jelas Mulyatno.

Pos terkait