WartaKita.org – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Klaten menginisiasi pertemuan sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Katolik di Banyoe Oerip Resto Klaten pada Minggu (11/6/2023) sore.
Pertemuan ini dihadiri perwakilan dari Tim Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan (PK3) Kevikepan Surakarta, Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), ISKA, Pemuda Katolik, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kabid Pelayanan Kemasyarakatan Paroki, Kabid Pewartaan Paroki, dan lainnya.
Acara pertemuan dipandu oleh Sekretaris DPC ISKA Klaten, C Andri Wahyu Dewanto.
Andri menyampaikan, pertemuan ini pada dasarnya meneruskan kegiatan serupa yang pernah diadakan di Paroki Wedi yang diselenggarakan oleh PK3 Kevikepan Surakarta.
“Karena kesibukan masing-masing, maka disepakati pengundangnya adalah ISKA. Maka dalam hal ini, ISKA hanya sebagai tuan rumah atau host,” katanya.
Acara diawali dengan prakata dari Ketua DPC ISKA Klaten, Ignatius Suprih Sudrajat.
Drajat mengatakan, ISKA Klaten concern di bidang pendidikan, khususnya untuk pembinaan kaum muda dan kajian ilmu. Saat ini, ISKA Klaten fokus dalam pendampingan Orang Muda Katolik (OMK) dengan Pelatihan Pengembangan Diri dan Kepemimpinan Dasar (PPKD) Cakrabuana yang sudah terlaksana 1 kali dan akan dilanjutkan angkatan ke 2 pada bulan Juli mendatang.
“ISKA Klaten mengajak Ormas Katolik untuk bersinergi membangun kerja sama. Karena menurut Mgr Ignasius Suharyo, Ormas Katolik adalah Teman Seperjalanan dan Aset Gereja Katolik,” ujarnya.
Usai pengantar dilanjutkan dengan sosialisasi PPKD Cakrabuana 2 yang disampaikan oleh Ketua Panitia AV Setya Utama.
Dalam sosialisasi ini dijelaskan tentang tentang misi dari kegiatan PPKD Cakrabuana 2, yakni membekali orang muda Katolik menjadi pribadi yang tangguh dan unggul yang siap menjadi Terang dan Garam Dunia.
“Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada hari Kamis sampai Minggu, tanggal 6 sampai 9 Juli 2023 di Lembah Hijau Camp Deles Indah Kemalang, Klaten. Untuk itu, kami minta bantuan untuk mengirimkan peserta dengan kriteria: Orang Muda Katolik, usia 18 –22 tahun dan atau mahasiswa semester 1 sampai maksimal semester 6,” harapnya.
Setelah sosialisasi kegiatan PPKD Cakrabuana 2 diteruskan dengan diskusi. Salah satu materi diskusi yaitu persiapan menghadapi Pemilu 2024, karena Pemilu tinggal 8 bulan lagi.
Menurut mereka, Pemilu 2024 nanti lebih kompleks dan pelik dibanding Pemilu sebelumnya karena warga memilih anggota DPRD Kabupaten, Provinsi, Pusat, DPD, dan berbarengan dengan Pilpres.
Sedang 50 persen pemilih adalah usia di bawah 40 tahun. Dari jumlah pemilih itu, 40 persen adalah pemilih pemula. Karena itu, perlu ada upaya pendampingan umat dalam menggunakan haknya, serta mendorong terlaksananya Pemilu yang berkualitas.
Dari diskusi tersebut dihasilkan kesepakatan aksi yakni pembentukan Paguyuban Pelayanan Kemasyarakatan Plus Ormas Katolik Klaten dengan wilayah garapan 10 Paroki dan 1 Stasi di Klaten.
Dan sebagai aksi pertama adalah mengadakan sarasehan di bulan Juli dengan tema “Sinau bareng: Strategi menghadapi Pemilu 2024”.









