Warta Kita.org – Suasana akrab dan hangat begitu terasa dalam acara wawan hati antara umat Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten dengan Bapa Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr Robertus Rubiyatmoko yang digelar di Balai Mandala Gereja Paroki setempat pada Senin (13/10/2025) malam.
Wawan hati ini dilakukan usai Perayaan Ekaristi Penerimaan Sakramen Penguatan.
Acara dialog iman ini menjadi kesempatan bagi umat, terutama para penerima Sakramen Penguatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan Bapa Uskup.
Suasana hangat dibuka dengan penampilan syahdu dari Paduan Suara Anak Serafim Paroki Wedi yang dilanjutkan dengan unjuk kreativitas lainnya dari para penerima Sakramen Penguatan.
Dalam acara tersebut, hadirin diajak untuk melihat kembali dinamika dan program kerja yang telah berjalan di Paroki Wedi melalui tayangan video.
Salah satu program yang disorot adalah “Mbalur” (Ambyur Mbangun Sedulur), sebuah gerakan untuk membangun solidaritas dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Selain itu, ditampilkan pula rangkuman video aksi yang telah dilakukan oleh para penerima Sakramen Penguatan yang menunjukkan keterlibatan mereka dalam aksi sosial sebagai bagian dari perjalanan iman.

Puncak acara wawan hati adalah penyampaian pesan dari Mgr Robertus Rubiyatmoko.
Bapa Uskup mengapresiasi kreativitas yang hidup di Paroki Wedi, mulai dari anak-anak hingga Orang Muda Katolik (OMK).
“Orang muda adalah pondasi untuk menjadi kekuatan di gereja,” tegas Bapa Uskup.
Dalam pesannya, Bapa Uskup memberikan tiga poin penting untuk menjadi perhatian utama bagi Paroki Wedi (dan paroki lainnya).
Pertama, “ngopeni” atau merawat dan memberi perhatian khusus kepada anak, remaja, dan OMK. Kedua, “ngopeni” mereka yang merasakan ada benih-benih panggilan untuk menjadi imam, suster, atau bruder (timbalan). Dan ketiga, menjaga kebersamaan dalam hidup bermasyarakat.
“Orang muda dan mereka yang memiliki panggilan perlu dirawat dengan sungguh-sungguh demi masa depan Gereja,” pesan Bapa Uskup.
Mgr Ruby juga mengenang berbagai kenangan dan sumbangsih yang telah diberikan untuk Paroki Wedi dan mendorong agar semua itu dikelola dengan baik untuk menunjang segala kegiatan pastoral di paroki.
Kegiatan wawan hati ditutup dengan penuh semangat dimana seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan lagu “Mbalur,” yang menegaskan kembali komitmen bersama untuk terus membangun persaudaraan sejati di tengah kehidupan sehari-hari.









