Wartakita.org – Indonesia kini sudah darurat narkoba. Berdasarkan data, jumlah pengguna narkoba di Indonesia sampai akhir tahun 2017 tercatat sekitar 5 juta orang.
Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Komunkasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, Rosarita Niken Widiastuti saat membuka Forum Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui pergerakan kepemudaan di Hotel Grand Tjokro Klaten pada Jumat (28/9/2018).
Sosiaisasi P4GN ini ini diikuti sekitar 200 peserta dari unsur Granat, TNI, Polri, Organisasi Kepemudaan, OSIS, Pramuka, mahasiswa, pejabat, pegiat media sosial, dan sebagainya.
“Indonesia darurat narkoba bukanlah slogan semata. Fakta menunjukan, selain pengguna sudah mencapai sekitar 5 juta orang, narkoba juga telah menyasar semua kalangan masyarakat. Kini, tidak ada segmen masyarakat yang bebas dari narkoba. Dari aparat keamanan, birokrat, hingga pelajar sekolah. Pengguna narkoba tidak memandang profesi. Karena itu, sebagai generasi muda, kita harus mewaspadai agar jangan sampai bersentuhan dengan narkoba,” katanya.
Niken menjelaskan, dalam konteks pencegahan, pelajar sekolah termasuk kategori target utama. Mereka adalah kelompok yang bersih dari anasir buruk narkoba. Pelajar membutuhkan informasi seimbang antara bahaya dan penanganan narkoba.
“Generasi muda jangan sampai menggunakan narkoba. Karenanya, Kemenkominfo akan terus berupaya untuk menyampaikan informasi pencegahan bahaya narkoba bersama BNN (Badan Narkotika Nasional) dan pemangku kepentingan terkait. Kami bertekad kuat untuk membendung informasi yang tidak benar tentang narkoba di kalangan pelajar,” ujarnya.
Sedang Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provisi Jawa Tengah, Susanto mengatakan, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2018 tentang Penanganan Narkoba, maka sosialisasi bahaya narkoba perlu dilakukan.Tujuannya agar masyakarat lebih paham akan bahaya acaman narkoba. “Sosialisasi P4GN ini dilakukan agar masyarakat tahu akan bahaya narkoba,” terangnya.
Susanto menambahkan, di Jawa Tengah, angka pengguna narkoba cukup tinggi. Bahkan menduduki urutan ketiga di Indonesia. “Menurut data, pengguna narkoba d Jawa Tengah sekitar 500 ribu orang. Penguna narkoba di Jateng ini mayoritas laki laki. Penggunanya sebagian besar adalah pekerja, disusul mahasiswa, dan pelajar,” paparnya.





