Wartakita.org – Warga Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten menggelar Tradisi Bersih Umbul Gedaren pada Sabtu (29/9/2018) pagi. Tradisi ini diadakan setiap pertengahan Bulan Sura.
Tradisi Bersih Umbul Gedaren diadakan untuk membersihkan sumber air dari tanah dan pasir. Selain itu juga sebagai ungkapan syukur atas sumber air yang melimpah untuk memenuhi kebutuhan warga setempat dan pengairan bagi lahan pertanian di desa sekitar.
Tradisi Bersih Umbul Gedaren diawali dengan kirab nasi tumpeng yang dibawa oleh Trah Kerto Dikromo menuju Umbul Gedaren. Usai dilakukan doa oleh sesepuh, maka prosesi Tradisi Bersih Umbul Gedaren ini pun dimulai. Trah Kerto Dikromo mengublak air umbul dengan maksud membersihkan sumber umbul dari tanah dan pasir. Bersih umbul ini dilakukan oleh keturunan dari Mbah Kerto Dikromo yang merupakan juru kunci pertama Umbul Gedaren.
Perwakilan Trah Kerto Dikromo, Mustar Kuntoro mengatakan, tradisi bersih umbul ini sudah berlangsung puluhan tahun dan dilakukan secara turun-temurun.
“Bersih umbul ini sebagai ungkapan syukur atas berkah air yang melimpah untuk keperluan warga, sekaligus untuk pengairan lahan pertanian di tiga desa di sekitarnya,” kata keturunan generasi keempat dari Mbah Kerto Dikromo ini.
Mustar berharap, dengan tradisi bersih umbul ini, tuk atau aliran dari sumber mata air Umbul Gedaren ini tetap lancar, sehingga air untuk irigasi pertanian tetap tersedia, dan petani memperoleh hasil pertanian yang baik.







