Ilmu Ekonomi: Tak Sebatas Uang Dan Mengelola Uang

doc.superbook indonesia

KATADATA.CO.ID dalam artikel “7 Prospek Kerja Ilmu Ekonomi yang Menjanjikan” menyebut Ilmu Ekonomi sebagai salah satu jurusan yang paling populer karena lulusannya banyak dibutuhkan di berbagai bidang kehidupan, mulai dari pertanian, manufaktur, keuangan, pendidikan, dan lainnya.

Kendati populer, banyak orang yang kurang memahami Ilmu Ekonomi secara lengkap. Ilmu ekonomi seringkali hanya dipahami sebagai ilmu yang mempelajari atau terkait uang dan keuangan.

Bacaan Lainnya

Saya pernah melakukan sebuah eksperimen kecil untuk mengecek pengetahuan mahasiswa Program Studi Ekonomi mengenai Ilmu Ekonomi. Saya meminta sekitar 30 mahasiswa yang baru saja memulai tahun pertamanya belajar di Program Studi Ekonomi untuk menceritakan profesi apa yang ingin mereka jalani setelah lulus kuliah dan apa yang mereka ketahui tentang Ilmu Ekonomi.

Ada 3 profesi yang mendominasi jawaban mereka, yaitu pegawai bank dan pengusaha (meneruskan usaha orang tua).

Sementara itu, terkait pengetahuan mengenai Ilmu Ekonomi, jawaban mahasiswa mengarah pada Ilmu Ekonomi sebagai ilmu tentang mengelola uang (keuangan) dan ilmu tentang produksi, (distribusi), dan konsumsi.

Jawaban para mahasiswa baru tersebut tidak salah. Meskipun demikian, saya menilai para mahasiswa tersebut masih memahami Ilmu Ekonomi dari permukaan saja, atau bahkan hanya berdasarkan buku teks saat pelajaran ekonomi di SMP atau SMA.

Tulisan ini mengajak kita untuk memahami secara lebih dalam apa yang dipelajari oleh Ilmu Ekonomi dan prospek belajar Ilmu Ekonomi.

Apa yang dipelajari dalam Ilmu Ekonomi?

Petikan kalimat dalam sebuah ulasan University of New South Wales yang berjudul Jobs in Economics  berikut ini, menurut saya, mampu mendefinisikan Ilmu Ekonomi secara sederhana namun esensial: “Economics is about more than just money; it’s about using data, maths and reason to understand behaviour, improve wellbeing and make a positive impact on people’s lives.” 

Kurang lebih, kalimat tersebut mengatakan bahwa Ilmu Ekonomi itu tidak hanya sekadar bicara soal uang. Ilmu Ekonomi terkait dengan pemanfaatan data, teknik matematika, dan nalar untuk memahami perilaku manusia, meningkatkan kesejahteraan (individu maupun organisasi), serta menciptakan dampak positif bagi kehidupan manusia.

Ilmu Ekonomi sebenarnya memang sangat terhubung dengan kehidupan kita sehari-hari. Ilmu Ekonomi mempelajari perilaku ekonomi dari agen ekonomi untuk mewujudkan tujuan hidupnya.

Siapakah agen ekonomi itu?

Agen ekonomi bisa individu (seseorang) ataupun kumpulan orang. Kumpulan orang bisa berupa keluarga, komunitas masyarakat, badan usaha (baik milik swasta, komunitas, ataupun negara), ataupun organisasi pemerintah.

Sementara itu, perilaku ekonomi bisa diartikan sebagai cara yang dipercaya dan digunakan oleh agen-agen ekonomi dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya untuk mewujudkan tujuan hidupnya.

Tujuan hidup masing-masing agen ekonomi berbeda-beda. Ada agen ekonomi yang tujuan utama hidupnya adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Ada agen ekonomi yang tujuan utamanya adalah melayani masyarakat atau membaktikan diri untuk kemanusiaan. Ada juga agen ekonomi yang tujuan utama hidupnya adalah mewujudkan kelestarian alam dan lingkungan.

Seringkali, untuk jenis agen ekonomi yang sama, tujuan hidupnya bisa berbeda.

Agen ekonomi dengan tujuan yang berbeda, biasanya memiliki cara berperilaku yang berbeda. Sebagai contoh, ada dua orang yang sama-sama berprofesi sebagai petani padi. Petani pertama bertani untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, dimana petani tersebut tidak (hanya sedikit) menjual hasil panen padinya dan menyimpan sebagian besar panennya untuk kebutuhan keluarga besarnya saja.

Sementara itu, petani kedua bertani untuk mendapatkan keuntungan, dimana petani tersebut menjual sebagian besar hasil panennya pada waktu yang tepat (saat harga tinggi) dan hanya menggunakan sebagian kecil hasil panen untuk keluarganya.

Contoh lainnya adalah dua badan usaha dengan orientasi berbeda. Badan usaha pertama berproduksi untuk mendukung pemberdayaan masyarakat lokal, sementara badan usaha kedua berproduksi untuk mencari keuntungan.

Bagi badan usaha pertama, mereka akan beroperasi dengan melibatkan penggunaan sumber daya lokal (misalnya dalam penyediaan bahan baku, tenaga kerja, ataupun dalam produksi) dengan sebelumnya memberikan edukasi maupun pelatihan bagi masyarakat sekitar untuk menyediakan sumber daya yang memenuhi standar. Hal ini mungkin akan menambah biaya operasi perusahaan, namun mereka juga mendapat kepuasan karena aktivitas yang mereka lakukan membuat masyarakat lokal memiliki kemampuan lebih dari sebelumnya.

Bagi perusahaan kedua, aktivitas produksi dihitung sepenuhnya menggunakan prinsip efisiensi dan produktivitas. Perusahaan seperti ini cenderung memilih untuk menggunakan sumber daya yang lebih mudah diakses dan menghasilkan keuntungan.

Jika bahan baku lokal mahal (atau belum memenuhi standar kualitas), lebih baik mengambil bahan baku dari lokasi lain. Jika pekerja lokal belum cukup memiliki keahlian, lebih baik mengambil pekerja dari luar yang sudah siap.

Dua hal ini lebih baik dilakukan agar tidak menambah biaya semisal perusahaan harus melatih masyarakat lokal untuk memproduksi bahan baku yang memenuhi standar atau melatih masyarakat lokal agar siap bekerja.

Dua contoh di atas setidaknya bisa menggambarkan bagaimana manusia sebagai agen ekonomi memiliki tujuan hidup maupun cara berperilaku yang tidak selalu sama. Cara-cara berperilaku inilah yang menarik untuk dipelajari dan menjadi fokus pembelajaran dalam Ilmu Ekonomi.

Ilmu Ekonomi melihat dampak dari berbagai perilaku serta mencoba merumuskan alternatif cara yang tepat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (tentunya dengan memperhatikan konteks kehidupan kita masing-masing. Misalnya antara desa dan kota tentu berbeda, antara daerah pertanian dan industri juga berbeda, dan seterusnya).

Pada level pertama, Ilmu Ekonomi berusaha mempelajari perilaku agen ekonomi serta dampak perilaku tersebut dalam pencapaian tujuannya (Bagaimana petani bisa menghasilkan keuntungan maksimum? Bagaimana petani bisa memenuhi kebutuhan keluarganya? Bagaimana perusahaan bisa menghasilkan keuntungan? Bagaimana masyarakat lokal bisa berdaya karena kehadiran perusahan?).

Pada level selanjutnya, yang tidak mudah dilakukan, Ilmu Ekonomi juga mempelajari bagaimana para agen ekonomi saling mengkoordinasikan tujuan dan cara berperilakunya yang berbeda-beda sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat secara optimal dan adil.

Apa gunanya belajar Ilmu Ekonomi?

Pertanyaan selanjutnya adalah apa gunanya mempelajari perilaku agen ekonomi sebagaimana yang dipelajari dalam Ilmu Ekonomi. Jika kita sudah mengenali dan memahami perilaku agen ekonomi, maka kita bisa menganalisis dampak dari perilaku tersebut pada berbagai konteks kehidupan.

Analisis dampak perilaku tersebut menjadi dasar kita untuk membangun “bank informasi” dan selanjutnya menjadi sarana bagi kita untuk memberikan rekomendasi terkait keputusan apa yang sebaiknya diambil oleh agen-agen ekonomi untuk konteks spesifik tertentu sehingga memberikan hasil yang optimal (sesuai dengan tujuannya tersebut).

Ilustrasi sederhananya adalah sebagai berikut. Dalam kasus pertanian padi di tengah kemunculan berbagai hama, petani yang berorientasi memaksimalkan produksinya akan merumuskan cara-cara agar produksi padinya bisa maksimum. Mulai dari penggunaan bibit yang kuat, penggunaan jenis pupuk dan pestisida, sistem tanam yang diadaptasi dan berbagai cara lainnya.

Dalam kasus di atas, ekonom (sebutan untuk orang yang menggunakan metode Ilmu Ekonomi) akan mencoba mempelajari sejumlah perilaku petani dalam memaksimalkan produksi tersebut (berikut konteks spesifik kasusnya) dan menganalisis dampak perilaku tersebut terhadap hasil produksi. Kemudian, berdasarkan hasil tersebut, ekonom tersebut memberikan rekomendasi perilaku yang memberikan hasil paling maksimum guna mencapai tujuan.

Rekomendasi tersebut kemudian diberikan ekonom kepada petani padi ataupun pihak-pihak yang mendampingi petani (penyuluh atau asosiasi pertanian) atau elemen pemerintah terkait yang membuat kebijakan terkait pertanian padi.

Aktivitas mengamati perilaku agen ekonomi, mengolah dan menganalisis data perilaku, serta membuat rekomendasi inilah pekerjaan seorang ekonom. Aktivitas inilah yang membuat ekonom banyak dibutuhkan di berbagai bidang

Sarjana Ilmu Ekonomi, sebagai calon ekonom, sangat dibutuhkan untuk menganalisis data, memberikan pertimbangan atas kebijakan yang akan diambil, serta merancang program-program untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi (baik perusahaan, lembaga pemerintahan, maupun organisasi kemasyarakatan) dimana dia bekerja. Bagi orang yang tertarik menjadi akademisi, profesi sebagai pengajar (dosen) ataupun peneliti juga menjanjikan.

 

Stephanus Eri Kusuma

Dosen Program Studi Ekonomi

Universitas Sanata Dharma

 

Pos terkait