Dicover BPJS Ketenagakerjaan, Mahasiswa Mengaku Bangga Dan Bersyukur Bisa Kuliah Di Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Direktur Bimantoro Agency Indonesia, Bayu Wiwoho (kedua dari kanan) saat menyampaikan santunan klaim kesehatan dan kecelakaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka kepada mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Devi Nur Widayanti, beberapa waktu yang lalu.

WartaKita.org – Banyak mahasiswa mengaku bangga dan merasa bersyukur bisa kuliah di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta.

Karena selain mutu pendidikannya yang sangat baik, Universitas Aisyiyah Yogyakarta juga memberikan fasilitas perlindungan kepada seluruh mahasiswa dalam kegiatan di luar kampus.

Bacaan Lainnya

Para mahasiswa tercover atau terlindungi BPJS Ketenagakerjaan dalam rangkaian kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Ini karena pihak Universitas Aisyiyah Yogyakarta telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui Bimantoro Agency Indonesia (BAI).

Hal ini juga dirasakan oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Devi Nur Widayanti.

“Saya merasa beruntung berkesempatan menjadi bagian dari Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Saya bersyukur bisa kuliah di Unisa Yogyakarta. Karena selain mutu pendidikan yang sangat baik, Unisa Yogyakarta juga memberikan fasilitas perlindungan (BPJS Ketenagakerjaan) kepada seluruh mahasiswa yang berkegiatan di luar kampus,” katanya.

Untuk diketahui, mahasiswa Devi Nur Widayanti ini pernah mengalami musibah kecelakaan ketika pulang dari praktek kerja lapangan (PKL) di PKU Muhammdiyah Bantul pada bulan Maret 2023 lalu. Akibat kecelakaan itu, ia mengalami patah tangan dan lima giginya lepas. Karenanya, Devi harus opname dan operasi di Rumah Sakit Harjolukito Banguntapan, Bantul.

“Untuk operasi pertama (Maret), habis Rp30 juta. Dan untuk operasi kedua (Oktober) pengambilan pen habis Rp17 juta. Sedang untuk operasi yang ketiga (operasi gigi yang patah) kita belum tahu habisnya. Tetapi alhamdulilah, semua biaya sudah tercover atau dijamin BPJS ketenagakerjaan,” ungkap Wintolo, orangtua Devi Nur Widayanti.

Wintolo bersyukur karena seluruh biaya pengobatan Devi dicover oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai tuntas atau sembuh.

“Bahkan anak saya setelah lulus dari Program Profesi Ners di Unisa pun, dan harus melanjutkan pengobatan, masih juga dicover BPJS Ketenagakerjaan. Kami berterima kasih sekali, anak saya dimasukkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (oleh Unisa Yogyakarta). Dan juga, kami berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah mengcover seluruh biaya rumah sakit anak saya,” ujar bapak yang bekerja sebagai cleaning service di salah satu Perguruan Tinggi swasta di Yogyakarta ini.

Sementara itu Direktur Bimantoro Agency Indonesia, Bayu Wiwoho menjelaskan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta telah bekerjasama dengan BPJS ketenagakerjaan melalui Bimantoro Agency Indonesia. Dan tahun ini merupakan tahun kedua.

“Universitas Aisyiyah Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan atau universitas yang menghasilkan lulusan-lulusan siap kerja, maka para mahasiswanya yang sedang kuliah kerja lapangan cukup diminati oleh rumah sakit-rumah sakit. Nah, kesadaran terhadap risiko (kepada mahasiswa) ini dimaknai dan disikapi Unisa Yogyakarta dengan mengikutkan mahasiswanya dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) BPJS ketenagakerjaan,” jelasnya.

Pos terkait