WartaKita.org – Dewan Kesenian Kabupaten Klaten bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten dan Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten menggelar Festival Kethoprak Pelajar (FKP) Piala Bupati Klaten ke XII tingkat SD/MI dan SMP/MTs tahun 2023 di SD Krista Gracia Klaten pada Sabtu sampai Minggu (4-5/11/2023).
Festival Kethoprak Pelajar tahun 2023 ini dibuka oleh Plh Bupati Klaten yang diwakili Kabid Kebudayaan Disbuporapar Kabupaten Klaten Anang Jati Nugroho di SD Krista Gracia Klaten pada Sabtu (4/11/2023).
Ketua panitia Festival Kethoprak Pelajar 2023, Heti Purwani yang diwakili Kristian Apriyanto dalam laporan menyampaikan, FKP ini bertujuan untuk satu, melestarikan dan meregenerasikan nilai-nilai luhur budaya Jawa sebagai warisan budaya tak benda utamanya dalam upaya mendukung pendidikan karakter melalui seni kethoprak pelajar. Dua, menyediakan media kreatifitas dan apresiasi bagi upaya pengembangan karya seni budaya kethoprak bagi masyarakat. Dan tiga, menjadikan seni kethoprak sebagai ikon Kabupaten Klaten menuju Kota Kethoprak.
Kristian Apriyanto menjelaskan, Festival Kethoprak Pelajar tahun 2023 ini diikuti sebanyak 16 sekolah yang terdiri dari 9 SD/MI dan 7 SMP/MTs.
Untuk tingkat SD, diikuti oleh SDN 1 Dompol (Kecamatan Kemalang) yang akan memainkan lakon “Bhayangkara Majapahit”, SDN Pakahan (Kecamatan Jogonalan) “Nyi Ageng Serang”, SDN 1 Wonoboyo (Kecamatan Jogonalan) “Prahara Bumi Mataram”, SDN 3 Kalikotes (Kecamatan Kalikotes) “Tingkir Winisuda”, SDN 6 Jimbung (Kecamatan Kalikotes) “Jaka Blawa”, SDN 1 Jimbung (Kecamatan Kalikotes) “Ranggalawe”, SDN 2 Jomboran (Kecamatan Klaten Tengah) “Keris Empu Gandring”, MIM Puluhan (Kecamatan Trucuk) “Cinde Laras”, dan SDN 2 Ngemplak Seneng (Kecamatan Manisrenggo) dengan lakon “Ampak Ampak Singosari”.
Sementara untuk tingkat SMP, diikuti oleh SMPN 4 Klaten yang akan memainkan lakon “Anusapati”, MTs Muhammadiyah Trucuk “Jaka Tingkir”, SMPN 1 Klaten “Ubaling Katresnan”, SMP Muhammadiyah 5 Ngupit (Kecamatan Ngawen) “Salatiga”, SMPN 7 Klaten “Sri Huning”, SMP Lazuardi Al Falah Klaten “Maling Soka”, dan SMPN 2 Karangnongko dengan lakon “Nista”.
“FKP ini melibatkan 592 anak. Jadi sangat luar biasa memberikan dampak yang signifikan terhadap anak-anak,” katanya.
Apriyanto menyatakan, dewan juri pada FKP kali ini yaitu Sriyanta (Kepala SMK Rota Bayat), ST Wiyono (Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta), dan Ki Wuryadi Wignyoswara dari SMK 1 Kasihan Yogyakarta sekaligus Abdi Dalem Keraton Yogyakarta.
Pada FKP Tahun 2023 ini memperebutkan memperebutkan 42 trophy dari 13 kategori untuk kejuaraan sekolah dan personal.
Untuk kejuaraan grup yakni Juara Umum piala bergilir Bupati Klaten, juara penyaji terbaik I, II dan III, Juara penyaji terbaik penyaji harapan I, II dan III Juara penyaji terbaik tata stage artistik terbaiik I, II dan III serta juara favourite.
Sedangkan untuk kejuaraan personal antara lain Sutradara terbaik I, II dan III, Pemeran putri terbaik I, II dan III, Pemeran pembantu putri terbaik I, II dan III. Kemudian Pemeran putra terbaik I, II dan III, Pemeran pembantu putra terbaik I, II dan III serta Dagelan terbaik I, II dan III.
Pengelola Omah Wayang ini menambahkan, pada FKP 2023 ini, setiap peserta diberi kesempatan tampil sekitar 45 menit sampai 50 menit.
“Rentang penilaian menggunakan angka 40 sampai 80. Adapun yang dinilai adalah mungguh (jenis lakon casting dan ketepatan waktu), blocking dan acting (tata pentas dan penjiwaan pemeran), bahasa dan sastra (penggunaan Bahasa Jawa), penyutradaraan (alur cerita, sanggit cerita dan teknik garap), dan tata artistik (kesesuaian setting tempat dan property pendukung),” terangnya.

Sedang Sekretaris Umum Dewan Kesenian Kabupaten Klaten, Joko Sardjono dalam kata sambutan mengatakan, melalui seni kethoprak ditanamkan nilai nilai atau norma sosial luhur bangsa sebagai upaya memberikan tuntunan dan bentuk pendidikan karakter pada kaum muda.
“Karena di dalam kesenian kethoprak itu terkandung kisah kisah aktual yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang dapat dipetik pelajaran dan memberikan tuntunan serta pendidikan karakter. Maka harus ada upaya pelestarian akan kesenian kethoprak tersebut,” tandasnya.
Sementara itu Plh Bupati Klaten dalam sambutan yang dibacakan oleh Kabid Kebudayaan, Disbuporapar Kabupaten Klaten Anang Jati Nugroho mengatakan, Festival Kethoprak Pelajar di Kabupaten Klaten ini adalah salah satu upaya melestarikan seni budaya tradisional di kalangan generasi muda dan juga merupakan upaya menumbuhkembangkan kreatifitas seni di kalangan generasi muda.
“Bahwa di dalam seni kethoprak mengandung nilai nilai atau norma norma luhur bangsa yang patut untuk diteladani oleh generasi muda saat ini. Disamping itu, di dalam seni kethoprak juga terkandung nilai nilai sejarah bangsa yang harus dimengerti dan dipahami oleh generasi muda umumnya dan kalangan pelajar khususnya,” katanya.
Pembukaan Festival Kethoprak Pelajar tahun 2023 ini dilakukan dengan pemukulan kenthongan oleh Kabid Kebudayaan Disbuporapar Kabupaten Klaten Anang Setyo Jati dengan didampingi sejumlah pejabat dan perwakilan panitia.
Selanjutnya, para peserta mementaskan kethoprak sesuai jadwal yang telah ditentukan panitia.









