WartaKita.org – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bekerjasama dengan Anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen dan Komunitas Omah Sambung Klaten menggelar Sosialisasi GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dalam rangka penurunan stunting dan Covid-19 di Balai Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Sabtu (2/7/2022).
Sosialisasi GERMAS ini menampilkan sejumlah narasumber, yaitu Farida Nur Aisyiyah dan Bekti Sayekti dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dan Muchamad Nabil Haroen alias Gus Nabil. Sosialisasi ini dimoderatori Sapto dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Farida Nur Aisyiyah dalam paparan materi mengatakan, agar GERMAS bisa berhasil, maka perlu komitmen bersama yang didukung oleh semua komponen. Seperti warga, kader kesehatan, dan Pemerintah.
“Kader sebagai agen perubahan berperan mendorong meningkatkan kualitas hidup individu, keluarga, dan masyarakat. Maka untuk merubah perilaku masyarakat, dibutuhkan komitmen bersama,” kata sarjana ahli gizi itu.
Sedang Bekti Sayekti menyatakan, implementasi GERMAS di Kabupaten Klaten ini didukung oleh berbagai pihak.
“GERMAS bertujuan agar masyarakat berperilaku sehat sehingga berdampak pada kesehatan yang terjaga, produktif, lingkungan bersih, dan biaya untuk berobat (menjadi) berkurang. GERMAS ini harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Jadi, Pemerintah tinggal memfasilitasi,” ujarnya.

Sementara itu Anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen menjelaskan, ketenangan merupakan separuh obat. Sedang kepanikan adalah separuh penyakit. Karena itu, warga tidak perlu panik dalam menghadapi apapun. Tetapi juga tidak semberono.
“Dengan (sering) membaca sholawat, berarti kita telah menanamkan separuh obat. Karena kematian itu adalah takdir Allah. Sedang sembuh atau tidaknya (orang sakit) itu juga tergantung Gusti Allah. Dokter, perawat, obat, dan sebagainya itu adalah alat atau perantara saja. Dan yang penting adalah bagaimana kita membiasakan hidup bersih dan sehat,” pesannya.
Muchamad Nabil Haroen menyampaikan, belakangan ini pandemi Covid-19 sudah relatif terkendali. Meski begitu, masyarakat harus tetap waspada.
“Maka kita berikan pengertian kepada masyarakat untuk harus tetap waspada, jangan lengah. Sebab jika kita lengah, bisa jadi Covid-19 menggila lagi,” tandasnya.
Gus Nabil menambahkan, dalam sosialisasi GERMAS ini juga diisi dengan bagaimana mencegah atau menurunkan stunting.
“Pada tahun 2045, kita akan menuju Indonesia Emas. Dan Indonesia mendapat bonus demografi. Kita memiliki jumlah penduduk yang banyak serta usia produktif juga banyak. Oleh sebab itu, jika bonus demografi ini tidak dikelola mulai saat ini, antara lain dengan mencegah dan menurunkan stunting, maka bisa menjadi petaka untuk kita,” paparnya.









