WartaKita.org – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Stephanus Sukirno menggelar Focus Group Discussions (FGD) di Angkringan Widoro, Dukuh Cantelan, Desa Ketandan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten pada Jumat (15/3/2024) sore.
Acara FGD yang mengusung tema “Kesenian rakyat sebagai sarana sosialisasi” ini dihadiri sekitar 100 orang yang merupakan anggota Ormas “Barisan Shiraathal Mustaqim (BSM) Cetral Kota (CK) Sambernyawa Klaten”.
Ketua Barisan Shiraathal Mustaqim (BSM) Cetral Kota (CK) Sambernyawa Klaten, Yuda Prakosa dalam sambutan menyampaikan, hubungan emosional antara BSM Sambernyawa Klaten dengan Stephanus Sukirno sudah terjalin lama, dan akan terus berlanjut. Bahkan, BSM Sambernyawa Klaten sudah bersepakat akan mengawal perjuangan Sukirno dalam Pemilu 2024 ini sampai akhir.
“Untuk itu, kami mohon bimbingan dan arahan dari Bapak Stephanus Sukirno untuk organisasi ini, supaya kami berjalan sesuai dengan jalur shiraathal mustaqim. Semoga langkah perjuangan kita selalu mengenakan pakaian yang terbuat dari amal jariyah dan kebaikan, payung besar kita adalah doa dan restu, dan pijakan kita adalah kasih sayang dan kesetiaan,” katanya.
Sementara itu Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Stephanus Sukirno mengatakan, Focus Group Discussions ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi mereka setelah Pemilu 14 Februari 2024 lalu.
“Ini adalah pertemuan kita yang pertama di bulan Ramadan. Dan kita ketahui bersama, bahwa hubungan saya dengan BSM Sambernyawa selama ini terjalin dengan baik. Dan saya sudah menganggap Anda-Anda semua sebagai saudara. Maka, mari kita saling merengkuh. Semoga jalinan persaudaraan ini akan terjalin langgeng,” katanya.

Stephanus Sukirno berharap, perbuatan baik yang telah dilakukan BSM Sambernyawa Klaten ini untuk terus dilanjutkan.
“BSM Sambernyawa Klaten adalah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Indonesia. BSM itu bukan organisasinya orang-orang kaya saja, dan bukan dari latar belakang tertentu saja. Maka ke-Indonesia-an itu harus terus ditunjukkan,” pesannya.
Mantan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang ini menceritakan, dalam sejarah, Pangeran Sambernyawa itu pernah mendapat “pelajaran” dari seorang janda.
“Saat makan jenang katul, Pangeran Sambernyawa langsung memakannya dari (bagian) tengah. Nah, dia (Sambernyawa) lalu dilurui (ditegur) oleh janda itu. Bahwa kalau makan jenang itu jangan langsung dari (bagian) tengah. Tetapi dari (bagian) pinggir. Maka kalau mau menyelesaikan suatu masalah, ya tidak boleh kesusu (tergesa-gesa). Harus bertahap. Bahkan harus sampai berkali-kali,” jelasnya.
Sukirno berpesan kepada anggota BSM Sambernyawa Klaten untuk selalu jujur dan konsisten dalam berbagai hal.
“Kita harus membiasakan diri, agar ada kesesuaian antara kata dan perbuatan. Jangan jarkoni. Isoh ujar, ning ora isoh nglakoni,” tandasnya.
Acara FGD ini diakhiri dengan buka puasa dan foto bersama.









