WartaKita.org – Kabar gembira bagi warga Kabupaten Klaten dan sekitarnya.
Kini telah hadir Omah Therapy Asyifa yang beralamat di Dukuh Ngruweng RT 04 RW 10 Nomor 60, Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.
Omah Therapy Asyifa didirikan oleh Edy Tarwana (49), pria yang sudah berpengalaman di dunia kedokteran farmasi, pengobatan herbal, serta kejiwaan pasien (psikiater).
Peluncuran Omah Therapy Asyifa ini dilakukan secara sederhana di Dukuh Ngruweng pada Sabtu (9/7/2022) sore.
Dalam kesempatan itu, Edy Tarwana mengundang keluarga besar, para tetangga, dan sejumlah kolega untuk berdoa bersama mohon kelancaran untuk usaha pengobatan yang mulai dirintisnya.
Ditemui wartakita.org usai acara peluncuran, Edy Tarwana menyampaikan, Omah Therapy Asyifa ini menggabungkan tiga metode pengobatan, yaitu totok jari petir, herbal, serta psikiater (kejiwaan pasien).
“Mungkin, (metode pengobatan) ini baru pertama kali ada di Klaten. Pengobatan dengan menggabungkan antara terapi tradisional totok jari petir, herbal serta psikiater atau kejiwaan pasien,” katanya.
Edy Tarwana menyatakan, dengan dengan izin Allah SWT, insya Allah, dengan tiga metode pengobatan tersebut, Omah Therapy Asyifa dapat menyembuhkan penyakit seperti asam usat, rematik, diabetes, ambien (wasir), stroke, prostat, kanker, tumor, liver, jantung, mata, maag, asthma, kolesterol, darah tinggi, paru-paru, terkilir, dan lain-lain.
“Omah Therapy Asyifa buka praktek dari hari Senin sampai Kamis, dan hari Sabtu sampai Minggu dari pukul 08.00 sampai 20.00 WIB. Sedang untuk hari Jumat kami libur. Bagi warga yang mau berobat atau berkonsultasi bisa menghubungi saya di nomor HP 081296107007 atau 085777927655,” ujarnya.
Edy mengatakan, pembukaan Omah Therapy Asyifa ini berawal dari peristiwa jatuh sakitnya ibundanya, yaitu Ny Parto Rejo.
Pada sekitar September 2021, ibunya jatuh sakit, sempat kritis, dan sudah tidak bisa apa-apa. Karena itu, semua keluarga pulang kampung (ke Ngruweng). Setelah itu, memang ada tenaga yang membantu mengurusi ibunya dari pagi sampai pukul 10.00 WIB. Setelah itu, pembantu tersebut pulang.
“Tetapi dari jam 10.00 pagi sampai paginya lagi, tidak ada yang mengurusi ibu. Memang, ada bapak. Tetapi saat ibu meminta tolong bapak, kalau bapak nggak lihat, nggak dengar, bapak ya nggak bisa bantu. Karena bapak memang sudah mengalami keterbatasan pada inderanya. Maka saya memutuskan untuk ngopeni ibu sampai sembuh. Padahal saat itu, istri dan anak saya masih tinggal di Jakarta,” paparnya.
Nah, di saat mengurusi dan menemani ibunya itu, Ny Parto Rejo berpesan kepada Edy untuk tetap tinggal di rumah, dan jangan balik ke Jakarta.
“Pokoknya kamu di rumah (Ngruweng) saja. Masalah rejeki, pasti ada-ada saja. Ngancani aku. Neruske (usahanya) mbahe (memijat dan mengobati pasien). Ning aja pasang tarif, sak ikhlase wae,”ungkap Edy menirukan kata-kata ibunya.

Karena pesan ibunya itu, Edy lalu memutuskan untuk membuka Omah Therapy Asyifa di Ngruweng.
Ia menjelaskan, Omah Therapy Asyifa menggabungkan tiga metode pengobatan, yaitu terapi tradisional totok jari petir, herbal serta psikiater atau kejiwaan pasien.
Therapy totok jari petir itu seperti terapi biasa. Memakai tangan, men-totok, dan mengambil atau memijat titik-titik yang sakit. Therapy totok jari petir ini kemudian digabungkan dengan (obat) herbal dan dikombinasikan dengan kejiwaan pasien.
“Karena kejiwaan pasien atau sugesti itu hampir 100 persen yang menyembuhkan. Kalau sugesti sudah masuk, sudah yakin dengan yang menerapi (mengobati), insya Allah akan sembuh lebih cepat. Ini pengalaman saya di Jakarta,” tandasnya.
Dalam mendampingi atau mengobati pasien, Edy mengaku tidak mematok tarif tertentu.
“Di Omah Therapy Asyifa ini tidak ada tarif biayanya. Pasein memberikan seikhlasnya. Bahkan pasien yang tidak mampu, gratis. Ini sesuai dengan pesan simbah,” tegasnya.
Kehadiran Omah Therapy Asyifa ini disambut baik oleh warga sekitar.
“Kami menyambut baik hadirnya Omah Therapy Asyifa ini. Semoga barokah, dan mbarokahi,” ucap Supono, warga Ngruweng.









