WartaKita.org – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang 2024 melakukan upaya pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual sedini mungkin dengan tajuk “Ingin Tahu: Kenali dan Lindungi Tubuhku” di BA Aisyiyah dan PAUD Permata Bunda Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten pada Senin (5/8/2024).
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjalankan program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa KKN.
Mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Martiza Putri Wahyuni menyampaikan, program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengedukasi warga desa sejak kecil mengenai pentingnya mengenali dan menjaga tubuh mereka.
“Kegiatan ini menyasar kepada anak – anak usia dini, yaitu anak-anak BA Aisyiyah dan anak-anak PAUD Permata Bunda,” katanya.
Martiza Putri Wahyuni menyusun program ini dalam bentuk edukasi singkat dengan konsep yang menyenangkan.
Kegiatan dimulai dengan penjelasan sederhana dengan gambar – gambar mengenai bagian tubuh mana saja yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain. Hal ini merupakan langkah awal untuk mengenalkan kepada anak untuk menjaga tubuh mereka dari orang lain, dan setiap orang memiliki hak pribadi atas tubuhnya.
Setelah pemaparan singkat, Martiza menyisipkan kuis sederhana agar anak – anak dapat mengulang kembali apa yang mereka dengarkan sebelumnya. Mereka menjawab kuis dengan antusias.
Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyi bersama lagu “Sentuhan Boleh” agar anak – anak semakin mengingat materi yang telah dijelaskan dengan cara yang lebih menyenangkan.
Kegiatan ditutup dengan permainan menempelkan cap tangan masing – masing di atas papan bertuliskan “#KuKenaliDanLindungiTubuhku” sebagai simbolis bahwa anak – anak Desa Tibayan telah mengenali dan akan terus melindungi tubuh mereka.
Sebagai output dari program ini, Martiza membuat poster dan modul pengajaran mengenai materi yang telah dijelaskan. Harapannya, para guru BA Aisyiyah dan PAUD Permata Bunda dapat meneruskan materi tersebut dengan mengacu pada poster dan modul yang telah diberikan untuk edukasi secara berkelanjutan.
Program ini pun mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah.
Para guru mengaku, kegiatan ini sangat bermanfaat dan membantu mereka untuk menjelaskan kepada siswa, mengingat hal ini seringkali masih dianggap tabu.
“Dengan program ini diharapkan anak – anak dapat mengenali dan berkomitmen untuk menjaga tubuhnya sedini mungkin,” ucap Martiza.









