WartaKita.org – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang 2024 melakukan psikoedukasi anti-bullying dengan tajuk “Teman Aman: Psikoedukasi Anti-Bullying” di SD Negeri 1 Tibayan, Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten pada Rabu (31/7/2024).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan bullying.
Untuk diketahui, tindakan bullying sekarang ini semakin marak terjadi. Tidak hanya kepada remaja, namun juga terjadi pada anak – anak. Bullying ini dapat menyebabkan berbagai dampak, mulai dari psikologis, fisik, maupun sosial. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran para orangtua dan masyarakat.
Untuk mengatasi hal itu, mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Martiza Putri Wahyuni menginisiasi kegiatan psikoedukasi anti-bullying untuk mencegah fenomena perundungan ini terjadi, khususnya di Desa Tibayan.
“Psikoedukasi ini diberikan kepada siswa dengan bentuk pemaparan materi mengenai bullying, sehingga para siswa dapat mengetahui apa dan bagaimana bullying itu terjadi serta dampaknya,” katanya.
Martiza Putri Wahyuni menyatakan, dalam materi juga disampaikan mengenai apa yang harus dilakukan saat siswa mengalami bullying.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengerjaan mini worksheet. Setiap siswa diminta untuk mengerjakan lembar kerja yang berisikan gambar – gambar perilaku yang termasuk bullying dan perilaku menyayangi teman. Hal ini dilakukan untuk mengasah ingatan siswa mengenai apa yang telah dipelajari sebelumnya.
Para siswa dapat menjawab pertanyaan dengan benar yang membuktikan bahwa mereka telah memahami manakah saja perilaku bullying.
Setelah pengerjaan mini worksheet, Martiza menginisiasikan Campaign Anti – Bullying dengan tagline “We Stand Against Bullying“.
Siswa diminta untuk menuliskan pesan untuk teman dan sahabat mereka sebagai simbolis untuk saling menyayangi antar teman. Setelah siswa menuliskan pesan tersebut, pesan – pesan tersebut lalu ditempelkan di papan.
Sebagai output dari program tersebut, Martiza juga membuat poster yang akan ditempelkan di sekolah, serta menyerahkan Kotak Anti-Bullying. Kotak tersebut akan digunakan untuk laporan pengaduan apabila terjadi bullying yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh sekolah.
“Kita berharap, program ini dapat memberi kebermanfaatan kepada para siswa maupun guru dalam penanganan serta pencegahan bullying di lingkungan sekolah,” harap Martiza.









