Bersyukur, Indonesia Punya Pancasila, Yang Menyatukan Bangsa

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno berfoto bersama peserta Focus Group Discussions (FGD) yang mengusung tema “Pancasila jiwa pemersatu bangsa menuju Indonesia Emas 2045” di Balai Desa Ngemplak, Rabu (10/7/2024).

WartaKita.org – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno menggelar Focus Group Discussions (FGD) yang mengusung tema “Pancasila jiwa pemersatu bangsa menuju Indonesia Emas 2045” di Balai Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Rabu (10/7/2024).

Panitia FGD, Jekri Supriyanto menyampaikan, kegiatan Focus Group Discussions ini sebagai media interaksi antara Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dengan masyarakat,  khususnya warga Desa Ngemplak dan Krajan, Kecamatan Kalikotes.

Bacaan Lainnya

“Dengan adanya interaksi antara masyarakat dengan anggota DPRD, maka Dewan dapat menampung aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya,” katanya.

Sedang Kepala Desa (Kades) Ngemplak yang diwakili Sekretaris Desa (Sekdes) Sugiyanto dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno yang telah berkenan mengadakan FGD di desanya.

“Terima kasih Pak Sukirno. Warga di sini terlihat bersemangat untuk mengikuti acara FGD ini. Semoga acara FGD ini berjalan lancar, bisa membawa manfaat, khususnya warga Desa Ngemplak, dan umumnya bangsa Indonesia,” ujarnya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno saat menyampaikan materi pada acara Focus Group Discussions (FGD) yang mengusung tema “Pancasila jiwa pemersatu bangsa menuju Indonesia Emas 2045” di Balai Desa Ngemplak, Rabu (10/7/2024).

Sementara itu Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno dalam paparan menyatakan, masyarakat perlu bersyukur hidup di Indonesia yang mempunyai Pancasila sebagai Dasar Negara. Bersyukur karena masyarakat Indonesia mau menghargai perbedaan agama, budaya, suku bangsa, dan sebagainya.

“Dengan persatuan dan kesatuan, bangsa Indonesia akhirnya bisa merdeka,” tandasnya.

Mantan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang ini menjelaskan, bangsa Indonesia tidak bisa bersatu, kalau hanya memikirkan suku bangsanya sendiri.

“Karena dengan keberagaman suku bangsa, budaya, dan sebagainya cenderung akan menimbulkan konflik dan perpecahan di masyarakat,” terangnya.

Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah ini mengatakan, bangsa Indonesia perlu berterima kasih kepada Bung Karno yang telah merumuskan Pancasila sebagai Dasar Negara yang menyatukan Indonesia.

“Maka perlu ada sosialisasi mengenai Pancasila yang dilakukan secara terus-menerus. Karena kalau sebagian besar warga Indonesi tidak pancasilais, maka akan hancurlah Indonesia ini,” ucapnya.

Pos terkait

1 Komentar

Komentar ditutup.