WartaKita.org – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah bersama TNI dan instansi terkait siap mengamankan rangkaian proses sidang perselisihan hasil Pemilihan Umum (PHPU). Ini merupakan rangkaian dari pengamanan Pemilu serentak 2019.
Pernyataan ini disampaikan Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Rycko Amelza Dahniel dalam sambutan yang dibacakan Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi pada apel konsolidasi berakhirnya Operasi Ketupat Candi 2019 dan persiapan pengamanan sidang perselisihan hasil Pemilihan Umum di halaman KSDC, Mapolres Klaten Kamis (13/6/2019) pagi.
“Saya berpesan persiapkan diri kalian dengan baik, jaga kesehatan, antisipasi ancaman teror dan potensi konflik sosial. Persiapkan renpam, ploting personel, dan sarana prasarana yang dibutuhkan dengan baik. Berikan APP yang jelas kepada anggota dan lakukan pengamanan terhadap anggota yang bertugas (buddy system),” pesan Kapolda.
Kapolda Rycko Amelza Dahniel berharap, semua pihak, baik TNI – Polri, penyelenggara pemilu dan semua pihak bergerak kompak agar rangkaian pemilu berjalan damai.
“Strategi kita yang paling utama adalah semua unsur terkait dalam pelaksanaan ini harus bersinergi, baik KPU, Bawaslu, kontestan, partai pendukung, massa pendukung, TNI – Polri, Pemerintah Daerah, media, dan tokoh masyarakat ini harus kompak. Kepada seluruh anggota Polri untuk mengedepankan langkah-langkah proaktif dan preventif,” kata Kapolda.
Kapolda Jawa Tengah menyatakan, kunci keberhasilan keamanan adalah soliditas dan sinergitas TNI – Polri. Karenanya, TNI – Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa sinergitas dan dukungan instansi terkait dan seluruh lapisan masyarakat.
“Kita harapkan nuansa yang sudah harmonis selama ini tetap terjaga sehingga kita saling mengisi dalam menjaga kamtibmas. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung TNI dan Polri serta instansi terkait, yang terlibat dalam setiap pengamanan, sehingga situasi wilayah Jawa Tengah tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolda.
Sementara itu, usai apel konsolidasi, Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi menambahkan, Polres Klaten tidak melakukan pengamanan khusus terkait pelaksanaan sidang perdana perselisihan hasil Pemilihan Umum di Mahkamah Konstitusi yang akan dimulai pada 14 Juni 2019 ini. Pengamanan dilakukan seperti biasanya, dimana petugas melakukan pengamanan rutin di kantor KPU untuk menjaga logistik pemilu.
“Tidak ada pengamanan khusus. Yang pasti, sampai dengan saat ini, alhamdulillah di Klaten tidak ada potensi sedikitpun dari masyarakat yang mengikuti kegiatan-kegiatan ke Jakarta. Semua kondusif. Bahkan masing-masing pendukung Paslon (pasangan calon) juga ikut memberikan imbauan agar tidak melakukan kegiatan yang mengganggu ketertiban masyarakat,” ucap Kapolres.
Usai apel konsolidasi, jajaran Polres, Kodim, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), dan warga Kabupaten Klaten membacakan ikrar yang berisi: satu, menolak segala bentuk aksi kerusuhan demi keutuhan Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI). Dan dua, mendukung penuh soliditas TNI – Polri dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI).









