WartaKita.org – Puncak grebeg Syawalan di Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten pada Rabu (12/6/2019) berjalan meriah.
Buktinya, sebanyak 21 gunungan ketupat yang disiapkan ludes “direbut” warga yang hadir dalam waktu sekitar 10 menit.
Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Klaten seperti dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Klaten, Bank Klaten, Bank Jateng Cabang Klaten, Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Klaten, Amigo, BPJS Ketenagakerjaan, Hotel Grand Tjokro, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang telah membuat gunungan ketupat untuk grebeg Syawalan.
Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes yang telah berpartisipasi membuat gunungan ketupat untuk Syawalan di Bukit Sidoguro.
Bupati Sri Mulyani mengingatkan kepada ribuan pengunjung Grebeg Syawalan bahwa warga boleh rebutan ketupat, tetapi ketupat yang didapat tidak boleh untuk dilempar-lempar.
“Lebih baik ketupatnya dibawa pulang untuk oleh-oleh di rumah. Karena ketupat ini adalah makanan halal,” katanya.
Bupati menegaskan, Pemkab Klaten akan terus nguri-uri acara tradisi Syawalan ini. Karena acara Syawalan ini ebagai sarana silaturahmi antar warga dan silaturahmi antara warga dengan jajaran pejabat Pemkab Klaten.
“Ke depan, Bukit Sidoguro akan dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah pusat sebesar Rp 2,8 miliar sehingga Bukit Sidoguro menjadi destinasi wisata yang lebih menarik,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Klaten Pantoro mengatakan, pada grebeg Syawalan tahun 2019 ini gunungan ketupat dikirab dari Alun-alun Klaten menuju Bukit Sidoguro. Kirab gunungan ketupat untuk silaturahmi, melestarikan tradisi budaya yang sudah berlangsung turun temurun dan sebagai media untuk saling maaf memaafkan.
“Grebeg Syawalan ini juga untuk mengembangkam pariwisata, meningkatkan ekonomi warga, dan mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ucapnya.
Pada puncak grebeg Syawalan ini para penonton disuguhi musik campursari dan pentas musik dangdut. Para pengunjung juga disediakan ratusan paket lontong lengkap dengan lauk-pauknya.









