Adakan Silaturahmi, Mugni Winarso Minta Kader Ikadi Harus Bijak Dalam Berdakwa

Acara Silaturahim Keluarga Besar Ikadi Pra Musda di Bale Tirta Resto Desa Ponggok, Minggu (25/6/2022).

WartaKita.org – Ketua Umum Pengurus  Daerah (PD) Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Klaten Amin Mustofa mengingatkan agar seluruh kader dakwah yang dipimpinnya meneguhkan diri menjadi organisasi masyarakat (ormas) perekat umat dan bangsa. Melalui gerakan dakwah yang rahmatan lil alamin, para kader Ikadi Klaten diharapkan menjadi dai yang menebarkan kebaikan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pesan itu disampaikan kepada 35 Pengurus Daerah dan seluruh Pengurus Cabang (PC) Kecamatan se Kabupaten Klaten di acara Silaturahim Keluarga Besar Ikadi Pra Musda di Bale Tirta Resto Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Minggu (26/6/2022).

Bacaan Lainnya

“Dai Ikadi itu tidak hanya pandai berkotbah. Tapi yang lebih penting menjadi elemen negara untuk menjaga keutuhan umat. Maka visi Ikadi menjadikan ormas perekat umat dan bangsa melalui dakwah yang rahmatan lil alamin dalam bingkai NKRI. Itu harus dimaknai betul dalam aktifitas dakwah,” tegas Amin Mustofa.

Terkait program terdekat, Amin Mutofa menerangkan, kalau Ikadi segera menggelar Musyawarah Daerah (Musda). Kegiatan  Musda ini dimaksud untuk meningkatkan kualitas kelembagaan dan kegiatan Ikadi Klaten agar lebih memasyarakat.

“Tiap tahun Ikadi membuatkan buku panduan ceramah dalam buku yang berjudul Kurma Nabi sebagai materi ramadhan bagi masyarakat. Kami juga juga bekerjasama dengan RSPD Klaten dalam kajian-kajian rutin dan juga pelatihan dai. Ada juga kegiatan bakti sosial sampai kajian online di masa pandemi,” ujar Amin.

Amin Mutofa menambahkan, Ikadi juga mengirimkan kader-kader dai untuk ratusam kajian rutin masyarakat sampai memenuhi kebutuhan iman dan khotib sholat Idul Fitri dan Idul Adha.

“Target kami menjelang Musda adalah seluruh Pengurus Cabang Ikadi di 26 kecamatan bisa terbentuk,” harap Amin.

Sementara itu Pengurus Daerah Ikadi Provinsi Jawa Tengah, Ustad Mugni Winarso saat memberikan ceramah di acara tersebut meminta agar para kader Ikadi bijak dalam berdakwah.

“Menjadi dai itu profesi yang mulia. Tidak kalah dengan pejabat karena mengurusi umat. Pahala bagi seorang dai itu mengalir biar pun pelakunya sudah meninggal dunia, sehingga menjadi amal jariyah. Sesuai visi Ikadi, maka dakwah itu sifatnya mengajak bukan mengejek, merangkul tidak memukul, membina bukan menghina. Peran itu yang harus bisa dimainkan seluruh dai Ikadi dalam berdakwah,” pesan Mughni.

Pos terkait