Cegah Penularan Virus Corona, Pemdes Bero Siapkan Ruang Isolasi Bagi ODP Yang “Ngeyel”

Kades Suranto (baju merah) berfoto bersama di ruang isolasi yang telah disiapkan Pemdes Bero.

WartaKita.org – Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten untuk mengantisipasi dan mencegah penularan covid-19 atau virus corona.

Salah satunya adalah dengan membuat ruang isolasi di Balai Desa Bero.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa (Kades) Bero Suranto, Jumat (10/4/2020), menyampaikan, ruang isolasi ini khusus disiapkan untuk orang dalam pemantauan (ODP) atau warga pendatang yang tidak mau melakukan karantina mandiri atau “ngeyel”.

“Bagi para warga pendatang atau ODP, kita imbau untuk melakukan karantina mandiri di rumahnya sendiri. Tetapi kalau mereka tidak mau melakukan karantina mandiri, ya akan kita paksa untuk dikarantina di ruang isolasi yang kita disediakan di balai desa,” katanya.

Kades Suranto menjelaskan, Pemdes Bero sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah penularan virus corona.

Pemdes Bero telah melakukan sosialisasi lewat selebaran atau pamflet yang berisi imbauan untuk pertama, ber-perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan menjaga kebersihan. Kedua, melarang warga untuk kumpul-kumpul (berkerumun) atau social distancing. Dan ketiga, memberikan bantuan 60 ember atau tempat air mengalir dan sabun untuk cuci tangan.

Pemdes Bero juga telah melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri dan massal di tiap RT dan RW, membagikan sekitar 1.000 masker untuk masyarakat, dan memberikan sembako kepada masyarakat yang terdampak virus corona.

“Bagi warga yang pulang dari perantauan karena di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau dirumahkan, kita beri sembako dari lumbung desa yang sumber dananya dari masyarakat dan Pemdes,” ujarnya.

Kades Suranto mengatakan, untuk menjaga kesiapsiagaan dan melindungi tenaga kesehatan (bidan desa), Pemdes juga telah menyiapkan alat pelindung diri (APD). Selain itu, mobil layanan masyarakat juga disiapkan 24 jam.

“Sampai Jumat (10/4/2020) ini, jumlah ODP di Desa Bero ada 61 pendatang. Dan Alhamdulillah, mereka mau mengikuti imbauan dari Pemerintah Desa. Kita datangi mereka untuk screening kesehatan di Puskesmas dan untuk karantina mandiri,” ucapnya.

Pos terkait