WartaKita.org – Misdinar Santo Tarcisius Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten mengadakan acara menarik dalam rangka mengisi kegiatan renungan Prapaskah yang pertama pada Minggu (1/3/2020).
Pertemuan misdinar diisi dengan renungan Prapaskah yang diadakan secara outdoor (di luar ruangan), yakni ke Gua Maria Marganingsih Bayat dan Gereja Santa Maria Ratu Bayat.
Pada pukul 09.30 WIB, misdinar berkumpul di Susteran Abdi Kristus (AK) Wedi dan melakukan registrasi serta pendaftaran tugas untuk seminggu ke depan. Selanjutnya pada pukul 10.00 WIB, rombongan misdinar berangkat ke Bayat.
Misdinar yang mengikuti kegiatan tersebut melebihi dari jumlah yang diperkirakan pengurus. Sehingga moda transportasi kereta mini yang sudah disiapkan tidak cukup menampung seluruh misdinar yang ikut. Karenanya, misdinar yang tidak kebagian tempat duduk, lalu dialihkan untuk naik mobil pick up bersama sejumlah pengurus.
Tujuan pertama yaitu Gua Maria Marganingsih Bayat. Di sana, misdinar naik ke aula terbuka di atas untuk mengadakan renungan singkat yang dipandu Frater Dicky.
Dalam renungan, para misdinar diajak untuk menulis niat mereka selama masa Prapaskah ini pada selembar kertas lipat. Misdinar juga diajak untuk mendoakan niat itu di depan patung Bunda Maria. Selanjutnya, satu persatu misdinar menempelkan niat itu pada kertas manila besar yang telah disiapkan pengurus.
Kemudian, perjalanan dilanjutkan ke Gereja Santa Maria Ratu Bayat. Di sana, misdinar Paroki Wedi disambut hangat oleh Misdinar Santo Dominico Savio Paroki Bayat.
Kegiatan diisi dengan pembukaan oleh MC, perkenalan pengurus misdinar Wedi dan Bayat, serta pengantar dari Frater Dicky, Bruder Agus, dan Suster Beni.
Selanjutnya, misdinar dari Paroki Wedi dan Bayat dibagi menjadi 10 kelompok. Misdinar diajak bermain game yang dibagi dalam 2 pos. Pada setiap pos diisi oleh 5 kelompok yang berdinamika.
Pos 1 yaitu game Pindah Dosa. Dalam game ini, misdinar bermain bola yang dipindahkan dengan gelas cup plastik. Game ini disesuaikan dengan tema renungan Prapaskah yang pertama yaitu “Mengaku Dosa itu Keren”. Melalui game ini, para misdinar diajak untuk berani mengaku dosa dan senantiasa terbuka akan kehadiran Tuhan, terutama dalam Masa Prapaskah ini.
Sedang pos 2 diisi dengan game kekompakan. Dalam game ini, kaki setiap misdinar diberi tali lalu berjalan bersama. Meskipun sempat turun hujan, namun game ini berlangsung gayeng.
Usai bermain dalam 2 pos, kegiatan dilanjutkan dengan game kebersamaan sandal jepat. Game ini mengundang gelak tawa dan kegembiraan para misdinar.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan makan siang dan pemberian kenang-kenangan. Acara ditutup dengan doa penutup dan sayonara.
Pengurus misdinar Paroki Wedi, Rilus mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar misdinar Paroki Wedi dan Bayat saling mengenal satu sama lain.
“Selain itu, melalui dinamika ini diharapkan para misdinar baik Wedi dan Bayat semakin siap dalam menyongsong Paskah serta senantiasa mempersiapkan diri dan hati untuk kehadiran Tuhan dalam hati mereka,” katanya.
Sekedar informasi, kegiatan “Misdinar Goes to Bayat” ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan renungan Prapaskah yang diadakan oleh misdinar Paroki Wedi. Kegiatan tersebut merupakan pembuka dari renungan masa Prapaskah tahun ini.









