WartaKita.org – Ada hal yang “mengagetkan” umat saat perayaan Ekaristi Sabtu (26/10/2019) sore di Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten.
Usai Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi Pr membacakan Injil, sejumlah Orang Muda Katolik (OMK) Santo Sylvester Paroki Wedi berteriak-teriak dari tengah tempat duduk umat, dan kemudian maju di depan altar. Sontak hal itu membuat sejumlah umat kaget.
Banyak umat mengira, Gereja Wedi kemasukan “orang gila”. Kok bisa ya? Dari mana “orang gila” itu datang? Begitu kira-kira pertanyaan yang muncul di benak umat.
Bahkan, ada umat yang ingin maju ke depan untuk menangkap dan mengeluarkan “orang gila” tersebut dari gereja. Beruntung, umat tersebut lalu mengurungkan niatnya, setelah tahu sesungguhnya….
Ya, adegan OMK mengejar “orang gila” dan lainnya itu adalah bagian dari fragmen yang ditampilkan OMK Paroki Wedi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Fragmen ini menceritakan tentang perbedaan latar belakang dan pendapat pemuda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu membuat bangsa dan negara ini semakin maju.
“Tadi waktu saya berteriak-teriak di awal fragmen, saya hampir diusir umat. Karena saya dikira anak sekolah yang gila,” kata Ale, yang berperan sebagai anak sekolah.









