KOPMA: Wahana Pemberdaya Kaum Muda

Koperasi Mahasiswa menjadi wahana pemberdayaan bagi kaum muda. (Dok. UMK)

KEHADIRAN kaum muda—sebagai  pribadi yang identik dengan idealisme, kreativitas, dan keberanian mengambil risiko dalam mencapai tujuan—menjadi prasyarat kunci perkembangan dan keberlangsungan gerakan perkoperasian.

Koperasi mahasiswa atau yang lebih akrab disebut ‘KOPMA’ merupakan salah satu segmen perkoperasian Indonesia yang dibangun dan dikelola oleh kaum muda, khususnya mahasiswa yang tergabung dalam entitas kampus (universitas).

Bacaan Lainnya

Idealnya, KOPMA menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar berorganisasi, berkomunitas, sekaligus belajar mengelola bisnis. Hal ini penting untuk menciptakan kader-kader wirausahawan muda penggerak perekonomian yang inklusif.

Kendati demikian, Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki dalam webinar “Melahirkan Wirausaha Muda dan Koperasi Unggul Berbasis Kampus” yang diselenggarakan oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyebutkan bahwa, pada tahun 2021, hanya 29,5 persen (73 dari total 247 unit) KOPMA di Indonesia yang aktif. Artinya, sebagian besar KOPMA di Indonesia tidak aktif.

Interaksi penulis dengan mahasiswa selama ini juga mengungkap fakta bahwa banyak mahasiswa yang dikenal penulis (baik yang sudah atau belum menjadi anggota KOPMA) kurang memiliki antusiasme untuk terlibat dalam KOPMA meskipun di kampus mereka terdapat KOPMA.

Salah satu persoalan yang tampaknya membuat para mahasiswa tersebut kurang antusias berkoperasi adalah anggapan bahwa aktivitas KOPMA yang mereka ikuti terlalu monoton, yaitu terbatas pada pengumpulan simpanan.

Anggapan ini tampaknya muncul karena mereka tidak mengetahui seperti apa aktivitas usaha KOPMA seharusnya. Para mahasiswa tersebut tampaknya juga kurang dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun pertanggungjawaban usaha KOPMA. Namun mereka diam saja (karena tidak mengetahui pengelolaan organisasi dan bisnis KOPMA). Dengan kata lain, KOPMA belum cukup melibatkan dan menggerakkan mahasiswa sebagai sumber daya potensial dalam organisasi maupun bisnisnya.

Mengapa kaum muda perlu bergabung dengan KOPMA?

Mahasiswa merupakan insan muda yang memiliki daya kreatif yang tinggi dan semangat berjuang total untuk mencapai tujuan. Daya kreatif dan energi tersebut perlu diwadahi sehingga dapat memberikan hasil yang optimal bagi diri mahasiswa maupun orang lain. KOPMA menjadi salah satu alternatif dalam menyediakan wadah pengembangan diri mahasiswa yang terlibat di dalamnya sebagai anggota.

Terkait hal ini, setidaknya ada 3 fungsi utama KOPMA yang berpotensi memberikan manfaat (benefit) dan pengalaman (experience) bagi kaum muda untuk membangun masa depan mereka.

Pertama, KOPMA merupakan laboratorium praktek berorganisasi berdasarkan prinsip demokrasi. Sebagai organisasi, KOPMA memiliki  sistem kerja dan struktur organisasi untuk menjalankan sistem kerja organisasi tersebut. Mahasiswa yang terlibat dalam KOPMA akan berinteraksi merumuskan sistem kerja dan menentukan perwakilan anggota mahasiswa yang kompeten untuk bekerja dalam struktur organisasi.

Sementara, anggota mahasiswa yang tidak duduk dalam struktur mengontrol dan mengawasi jalannya organisasi. Keterlibatan mahasiswa dalam organisasi KOPMA akan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempelajari dinamika dan pola pengelolaan organisasi serta menyiapkan diri mereka untuk menjadi calon pemimpin (leader) dalam organisasi tempat mereka berkarya di kemudian hari.

Kedua, KOPMA merupakan laboratorium praktek berwirausaha. KOPMA merupakan komunitas yang memiliki aktivitas bisnis, dimana di dalamnya terjadi proses bisnis yang mencakup proses berpikir kritis terhadap kebutuhan target pasar (critical thinking), proses menciptakan ide produk untuk menjawab kebutuhan target pasar (concepting), proses memperhitungkan peluang dan risiko (computing), proses menciptakan produk dan menciptakan (mengakses) pasar (creating), serta proses berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pengembangan usaha (collaborating).

Keterlibatan mahasiswa dalam KOPMA menjadi sarana untuk belajar mengenali lika-liku dan strategi dalam membangun, mengelola dan mengembangkan bisnis. Tidak hanya berteori, mahasiswa juga akan berpraktek. Hal ini akan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjadi wirausaha kompeten di masa depan.

Ketiga, KOPMA merupakan sarana untuk mewujudkan kesejahteraan bersama (diri dan orang lain). Ukuran sukses kaum muda saat ini di banyak belahan dunia tidak lagi hanya kekayaan dan pemenuhan kebutuhan pribadi, namun juga kontribusi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.

Kegiatan KOPMA memang berfokus pada peningkatan kesejahteraan ekonomi anggota melalui pemenuhan kebutuhan dan peningkatan aset mahasiswa anggota. Meskipun demikian, kegiatan KOPMA tidak berorientasi pada kesejahteraan ekonomi semata. Kegiatan KOPMA juga berupaya mewujudkan kesejahteraan non-ekonomi anggota dan masyarakat luas.

Terdapat berbagai aktivitas KOPMA yang berorientasi pada pengembangan kapasitas anggota (misalnya berbagai bentuk pendidikan dan pengembangan keterampilan komunikasi dan usaha), kepedulian sosial (misalnya pengembangan jejaring usaha dengan kelompok marjinal), serta kepedulian lingkungan (misalnya minimisasi penggunaan bahan plastik dalam kegiatan operasi KOPMA serta kampanye budaya hidup ramah lingkungan).

Keterlibatan mahasiswa dalam KOPMA akan menjadi sarana untuk belajar menyeimbangkan upaya pencapaian kesejahteraan pribadi dan kesejahteraan orang lain.

Bagi para mahasiswa yang saat ini belum mengenal KOPMA sebagai wadah yang yang menjanjikan untuk pengembangan diri kalian, cobalah bergabung sebagai anggota KOPMA di kampus Anda dan buktikan manfaatnya.

Stephanus Eri Kusuma

Dosen Program Studi Ekonomi Universitas Sanata Dharma

 

Pos terkait