Di MPLS, SDN Karangdukuh Programkan Sekolah Inspiratif, Adakan BPIP Mengajar, Inisiasi Sekolah Pancasila

Direkur Perencanaan Standardisasi dan Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI, Dr Yakob KM berfoto bersama para guru dan murid SDN Karangdukuh, Kamis (18/7/2024) pagi.

WartaKita.org – Banyak cara bisa dilakukan sekolah dalam rangka mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.

SD Negeri Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten misalnya.

Bacaan Lainnya

Mereka memprogramkan Sekolah Inspiratif dan kunjungan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) terkait “BPIP Mengajar” serta menginisiasi Sekolah Pancasila.

Kunjungan Direkur Perencanaan Standardisasi dan Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI, Dr. Drs Yakob KM, MSi di SDN Karangdukuh ini dilakukan pada Kamis (18/7/2024) pagi.

Kehadiran Dr Yakob ini dalam rangka pelaksanaan program Sekolah Isnspiratif terkait “BPIP Mengajar”.

Dalam kesempatan itu, Dr Yakob menyampaikan hal-hal terkait dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah, mulai dari sila ke 1 sampai sila ke 5.

“Adakah anak-anak di sini yang yang bergama Islam, Kristen, Katolik, Hindu? Apakah anak-anak sudah menjalankan ibadah sesuai agamanya?” tanya Dr Yakob di depan para murid.

Para murid pun menjawab dengan semangat dan antusias. Mereka sudah menjalankan ibadah sesuai agamanya.

Yakob menyatakan, di SDN Karangdukuh ini terdapat sejumlah guru dan murid yang berbeda agama, Di sinilah pengamalan nilai-nilai Pancasila sila ke 1 diterapkan. Misalnya tentang kenyamanan beribadah bagi para murid dan guru, serta sikap toleransi antar murid dan guru yang berbeda agama.

“Kami mengapresiasi semangat kebersamaan dan toleransi yang sudah dibangun para guru dan murid di SDN Karangdukuh ini. Hal ini merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Yakob menerangkan, berkumpul bersama sanak saudara, teman atau tetangga bisa menjadi cara untuk menumbuhkan nilai-nilai sila ke 2 dari Pancasila kepada anak.

“Lewat interaksi tersebut, anak-anak akan memahami seperti apa perasaan empati dan simpati,” ujarnya.

Direkur Perencanaan Standardisasi dan Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI, Dr Yakob KM saat mengajar tentang Pancasila di SDN Karangdukuh, Kamis (18/7/2024) pagi.

Yakob mengemukakan, untuk mengajarkan nilai-nilai sila ke 3 dari Pancasila kepada anak-anak, maka mereka perlu dijelaskan bagaimana bertoleransi dan tak membeda-bedakan temannya.

“Kenalkan si anak-anak dengan teman-teman dari beragam agama, suku dan daerah. Katakan kepadanya bahwa Indonesia terdiri dari ribuan pulau, sehingga wajar bila ia mempunyai teman yang berbeda agama, suku, dan daerah,” terangnya.

Yakob menambahkan, para guru atau orangtua juga perlu mengajarkan kepada anak-anak tentang kebersamaan. Seperti makan bersama dan saling berbagi dengan teman-temannya.

“Selain membuat mereka senang dan bahagia, hal tersebut juga memberikan kepada anak, makna penting mengenai kebersamaan,” ungkapnya.

Yakob menegaskan, nilai nilai Pancasila harus ditanamkan kepada anak usia dini dan generasi muda. Ini sebagai bekal mereka di kemudian hari, yang bisa menjadikan bangsa ini lebih maju, aman, damai, dan sentosa, yang menjadi tujuan bangsa Indonesia.

“Dengan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila itu, maka kita akan terbebas dari korupsi, berbagai kejahatan, pertentangan antar agama, suku, dan ras, dan bisa menyelesaikan berbagai persoalan dengan cara yang ada dalam nilai-nilai Pancasila,” tandasnya.

Sedang Kepala SDN Karangdukuh Ani Widyastuti merasa bangga dengan kehadiran Direkur Perencanaan Standardisasi dan Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI, Dr. Drs Yakob KM, MSi dalam Program Sekolah Inspiratif ini.

Hal ini menjadi spirit bagi para guru dan murid dalam mengajarkan nilai-nilai Pancasila dan memberikan ruang kepada para guru dan murid yang memiliki perbedaan keyakinan.

‘”Sekolah memberikan jaminan kepada mereka dengan nyaman menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing. Dan untuk memperkenalkan sikap toleransi, sekolah juga mempunya program kunjungan ke beberapa tempat ibadah yang tidak jauh dari sekolah. Seperti masjid, gereja, dan pura,” paparnya.

Pos terkait