TANGGAL 19 Oktober yang dikukuhkan sebagai hari Internasional Credit Union menjadi hari yang istimewa bagi Credit Union.
Pada 19 Oktober 2023 ini, sudah tiga seperempat abad credit union diakui oleh dunia sebagai salah satu lembaga yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat global melalui layanan keuangannya.
Asosiasi Credit Union Dunia (World Council of Credit Unions atau yang lebih dikenal dengan WOCCU) mengajak kita sebagai bagian dari komunitas Credit Union dunia untuk merefleksikan sejarah gerakan credit union, mempromosikan capaian-capaian credit union, mengenali bentuk-bentuk kerja keras untuk membangun credit union, serta berbagi pengalaman menjadi anggota credit union.
Tujuan dari ajakan tersebut adalah supaya semakin tumbuh kesadaran di tengah masyarakat mengenai hal-hal baik yang sudah dibuat credit union serta menginspirasi upaya-upaya keterlibatan aktif anggota.
Mendukung ajakan WOCCU, penulis ingin berbagi pengalaman dan pandangan mengenai manfaat bergabung dengan credit union. Tulisan ini merupakan hasil refleksi penulis sebagai aktivis Credit Union dalam 7 tahun terakhir.
Sekilas tentang Credit Union
Sebagai pengenalan singkat, Credit union (CU) merupakan salah satu jenis koperasi di dunia yang dikenal luas mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui layanan keuangan (seperti tabungan, pinjaman, transfer, asuransi mikro, dan produk keuangan lainnya).
Awalnya, CU berkembang di Jerman sebagai salah satu solusi mengatasi kemiskinan dengan mengandalkan prinsip-prinsip pemberdayaan. Selanjutnya, CU terus berkembang di Eropa, Amerika dan Asia hingga jumlahnya saat ini mencapai 88 ribu CU di seluruh dunia.
Dalam konteks Indonesia, CU merupakan koperasi Indonesia yang mampu beroperasi secara mandiri dan terus berkembang di tengah banyaknya fenomena koperasi bermasalah dan pembubaran koperasi di Indonesia. Melalui aktivitas layanan keuangan dan pemberdayaannya, CU dikenal mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat dan mendorong pemerataan ekonomi. CU memiliki perkembangan yang dinamis di luar pulau Jawa, terutama Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Manfaat ber-CU: Tak semata finansial
Banyak orang berpandangan bahwa manfaat bergabung dengan credit union berupa manfaat finansial, dimana kita bisa memperoleh akses layanan keuangan dengan lebih mudah, cepat, dan menguntungkan.
Dalam konteks tabungan, banyak CU yang memberikan tingkat bunga relatif lebih tinggi dibandingkan lembaga keuangan konvensional. Hal ini tentu menguntungkan bagi masyarakat yang tidak terlalu berani mengambil risiko keuangan, namun memiliki dana lebih.
Sementara itu, jika bukan bunga yang tinggi, CU menawarkan tingkat bunga pinjaman yang lebih rendah serta prosedur pinjaman yang lebih mudah dibandingkan lembaga keuangan konvensional. Hal ini tentunya sangat menarik bagi masyarakat yang membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan usahanya, baik kebutuhan untuk mendanai usaha maupun kebutuhan konsumtif keluarganya.
Selain itu, berbeda dengan lembaga keuangan umum, laba dari credit union akan dibagikan kepada anggota sesuai dengan partisipasi anggota. Laba ini bisa dibagikan dalam bentuk sisa hasil usaha, ataupun bisa dibagikan dalam bentuk lainnya. Misalnya pelayanan atau produk yang lebih beragam, bunga simpanan yang lebih tinggi, bunga pinjaman yang lebih rendah, fasilitas-fasilitas yang dapat mendukung kesejahteraan anggota, serta berbagai bentuk perluasan usaha koperasi yang meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan kepada anggota.
Meskipun demikian, selain manfaat finansial tersebut, ternyata masih ada sejumlah manfaat yang bisa diperoleh dengan menjadi anggota credit union.
Manfaat yang pertama adalah kesempatan memperoleh pendidikan dan pelatihan. Pendidikan CU menjadi sarana bagi (calon) anggota untuk menghasilkan pemikiran, kebiasaan, dan karakter baru yang mendukung penciptaan kesejahteraan. Jenis pendidikan bagi anggota yang umum ditawarkan oleh CU adalah pendidikan dasar, pendidikan literasi keuangan dan pendidikan pengelolaan usaha anggota.
Pendidikan dasar mengenalkan kepada anggota filosofi dan karakteristik utama gerakan credit union serta prinsip-prinsip dasar pengelolaan keuangan keluarga. Pendidikan literasi keuangan membahas secara lebih mendalam cara-cara perumusan tujuan, pengaturan keuangan keluarga, dan pemanfaatan produk-produk keuangan secara bijaksana. Sementara itu, pendidikan pengelolaan usaha memberikan pengetahuan dan ketrampilan (baik teknis maupun manajerial) untuk mengelola usaha produktif atau profesi yang ditekuni anggota.
Manfaat yang kedua adalah kesempatan berorganisasi dan mengambil keputusan dalam pengelolaan suatu bisnis. Ketika kita bergabung menjadi anggota CU, kita merupakan pemilik CU. Sebagai pemilik credit union, kita berhak untuk berpartisipasi dalam mengawal jalannya aktivitas organisasi dan bisnis CU. Meskipun demikian, cara kita berpartisipasi adalah dengan memanfaatkan jalur-jalur yang disediakan oleh CU sebagai sebuah organisasi modern.
Terkait aktivitas organisasi, kita bisa ikut membuat perencanaan besar, memonitor hasil kerja, dan mengambil keputusan arah pengembangan CU melalui forum-forum rapat anggota credit union (setidaknya dilakukan sekali dalam setahun). Selain itu, anggota bisa menyampaikan usulan-usulan pengembangan lembaga melalu perwakilan-perwakilan anggota yang duduk dalam kepengurusan maupun menjadi aktivis CU.
Manfaat yang ketiga adalah kesempatan berjejaring dan melakukan pengembangan profesi usaha. CU merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki berbagai macam pengetahuan dan ketrampilan. Orang-orang dengan profesi atau minat yang sejenis dapat berkelompok dan menjadi kolaborator dalam mengembangkan profesinya. Tidak jarang pula, anggota dengan usaha tertentu dapat memperoleh pasar untuk usahanya melalui perantaraan anggota CU yang dikenalnya (atau bahkan anggota credit union menjadi pasar produk anggota lainnya).
Selain itu, sering dijumpai bahwa salah satu anggota CU merupakan pengambil kebijakan di pemerintahan sehingga bisa menjadi pihak yang membantu anggota lain yang memerlukan bantuan pemenuhan regulasi.
Berbagai manfaat yang lebih besar akan diterima oleh anggota credit union ketika anggota tersebut terlibat menjadi aktivis credit union. Aktivis sendiri adalah anggota credit union yang membantu pengelola CU melakukan aktivitas organisasional maupun aktivitas operasional CU di berbagai bidang (misalnya: bidang kredit, pendidikan, pemberdayaan, riset, pengelolaan data, teknologi informasi, dan sebagainya).
Berbeda dari anggota biasa, aktivis memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memperoleh pendidikan dan pelatihan yang sesuai bidang kerjanya. Artinya, aktivis CU tidak hanya bisa mengakses pendidikan dasar, literasi keuangan, dan pengelolaan usaha. Aktivis memiliki kesempatan dan difasilitasi untuk mengikuti berbagai macam pelatihan seperti pelatihan fasilitator pendidikan-pemberdayaan, pelatihan public speaking, pelatihan pengelolaan data, pelatihan pengawasan, dan pelatihan customer services yang bisa mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan mereka.
Hal yang lebih menarik lagi adalah pendidikan dan pelatihan aktivis seringkali diselenggarakan dengan melibatkan peserta dari CU lain dari berbagai wilayah. Hal ini meningkatkan peluang untuk memperkaya pengalaman dan memperluas jejaring.
Selain itu, menjadi aktivis berarti juga memiliki akses yang lebih dekat dengan pengambilan keputusan organisasi. Hal ini karena aktivis banyak dilibatkan dalam forum-forum pertemuan dan kegiatan pengambilan keputusan bersama pengelola Credit Union.
Kiranya informasi mengenai sejumlah manfaat tersebut menjadi sarana bagi kita ataupun orang-orang yang ada di sekitar kita dalam membuat pilihan rasional untuk terlibat dalam credit union, baik sebagai anggota maupun sebagai aktivis.
Semoga sharing ini semakin menyadarkan kita bahwa bergabung dengan CU menjanjikan manfaat yang tak hanya finansial semata.
Stephanus Eri Kusuma
Dosen Program Studi Ekonomi Universitas Sanata Dharma








