Genjot PADes, Pemdes Kupang Kembangkan Obyek Wisata Gunung Wijil

Kepala Desa Kupang Sutari

WartaKita.org – Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo merupakan salah satu desa miskin di Kabupaten Klaten.

Bahkan, jumlah pendapatan asli desa (PADes) Kupang hanya berkisar antara Rp30 juta sampai Rp40 juta per tahun.

Bacaan Lainnya

Pernyataan ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Kupang Sutari saat ditemui di sela acara Penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati Desa Wisata di Pemancingan Tirto Mili Desa Pasung, Kecamatan Wedi pada Selasa (25/1/2022).

“Jumlah PADes Kupang itu sangat kecil. Paling kecil di Kecamatan Karangdowo. Bahkan, mungkin paling kecil di Kabupaten Klaten. PADes Kupang dari sewa tanah kas desa hanya Rp30 juta sampai Rp40 juta per tahun,” katanya.

Kades Sutari menyatakan, tanah kas Desa Kupang hanya sekitar 25 bidang. Selain sedikit, tanah kas Desa Kupang juga tidak terlalu produktif,

“Tanah kas Desa Kupang biasanya ditanami satu jenis tanaman oleh warga yang menyewa. Tanaman pertanian itu berupa tanaman padi. Dalam satu tahun, pola tanam di desa kami, padi-padi-pantun (padi),” ujarnya.

Sutari menjelaskan, penduduk Desa berjumlah 2.956 jiwa. Penduduk tersebut tersebar di 12 dukuh, 21 RT, dan 8 RW.

“Kupang itu termasuk desa miskin. Karena itu, Pemdes Kupang sudah menyiapkan strategi guna meningkatkan kesejahteraan warga di masa mendatang. Langkah itu kami mulai dengan mengembangkan obyek wisata wisata religi dan alam Gunung Wijil,” tandasnya.

Pengusaha ikan nila ini mengemukakan, sejak di buka pada awal tahun 2020, animo masyarakat untuk mengunjungi wisata Gunung Wijil terlihat tinggi. Terutama dari komunitas gowes. Sampai saat ini masyarakat bisa menikmati panorama wisata Gunung Wijil secara gratis.

“Wisata Gunung Wijil ini dibangun dengan menggunakan anggaran dana desa. Di wisata Gunung Wijil, masyarakat bisa menikmati goa dan nuansa alam yang indah dan cocok untuk spot selfie. Di sisi sebelah utara, pengunjung dapat menikmati suasana taman yang cukup megah nan indah. Sementara di sisi selatan, terdapat tebing batu dan goa. Di sisi ini juga terdapat Watu Boyo (batu buaya) yaitu batu dengan bentuk memanjang seperti buaya,” jelasnya.

Mantan karyawan PT Astra ini menerangkan, ke depan, Pemdes Kupang akan mengembangkan obyek wisata Gunung Wijil dengan pembangunan kolam renang, gardu pandang, embung untuk pemancingan dan restoran, dan lainnya. Dengan berbagai terobosan itu, dia yakin PADes Kupang akan meningkat.

“Memang, desa yang tak punya pendapatan dan potensi alam yang baik itu harus kreatif. Dan alhamdulillah, masyarakat yang berada di sekitar Gunung Wijil sudah sangat terbantu dengan keberadaan obyek wisata ini,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaaan Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Klaten, Sri Nugroho berharap, setiap desa mampu menggali potensi desanya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan desa.

“Kami berharap, setiap desa harus punya keunggulan. Desa wisata harus terus dikembangkan. Karena dampak dari pengembangan desa wisata ini bisa memajukan desa yang bersangkutan,” katanya.

Pos terkait