Keren, 10 Bulan Beroperasi, Pemancingan Tirto Mili Pasung Raup Pendapatan Hampir Rp1 Miliar

Pemancingan dan Rumah Makan Tirto Mili Pasung.

WartaKita.org – Perlahan namun pasti, Agrowisata dan Pemancingan Tirto Mili yang dikelola BUMDes Lumintu Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten itu semakin dikenal khalayak umum.

Setiap hari, pengunjung yang datang ke Agrowisata serta Pemancingan dan Rumah Makan Tirto Mili Pasung terus bertambah. Bahkan, mereka yang berasal dari luar Kabupaten Klaten juga banyak yang datang ke Pasung.

Bacaan Lainnya

Manajer Pemancingan dan Rumah Makan Tirto Mili, Sentot Wijayanto di sela-sela acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati Desa Wisata, Selasa (25/1/2022), menyampaikan, pada tahun 2021, Pemancingan dan Rumah Makan Tirto Mili mampu meraup pendapatan hampir Rp1 miliar.

“Di tahun 2021, kita (pemancingan dan rumah makan Tirto Mili Pasung) memperoleh pendapatan hampir Rp1 miliar. Tepatnya kita buka 10 bulan. Karena dua bulan kita tutup karena pandemi,” katanya.

Kepala Dusun (Kadus) II Desa Pasung ini menjelaskan, Pemancingan Tirto Mili ini memang dikonsep untuk pemancing pemula atau mereka yang memang mempunyai hobi mancing. Dengan membayar tiket Rp10 ribu, pengunjung bisa memancing sepuasnya.

“Di Pemancingan Tirto Mili ini, pengunjung bisa belajar mancing, atau menyalurkan hobinya. Pengunjung bisa mengajak keluarganya. Sambil memancing, pengunjung bisa menikmati suasana di sini. Bagi yang hobi menyanyi, kita sediakan karakoke. Dan untuk anak-anak, kita sediakan mobil-mobilan,” ujarnya.

Sentot Wijayanto mengatakan, Pemancingan dan Rumah Makan Tirto Mili Pasung ini mempekerjakan 15 orang warga desa setempat. Mereka mendapat upah yang layak.

“Dengan demikian, keberadaan Pemancingan Tirto Mili ini terbukti dapat memberikan lapangan pekerjaan dan berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan di Pasung,” tandasnya.

Sedang Kepala Desa (Kades) Pasung Sumarsono “Ambon” mengemukakan, untuk membangun dan mengembangkan BUMDes dibutuhkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak.

“Kuncinya, Kepala Desa, BPD, dan Pengelola BUMDes harus satu kata, satu tujuan,” tegasnya.

Sementara itu Camat Wedi Rizqan Iryawan berharap, setiap desa di wilayahnya untuk jeli menggali potensi. Seperti yang dilakukan Desa Pasung dengan konsep agrowisatanya.

“Dari pengembangan wisata itu, tentu harapannya PADes meningkat. Jika PADes sudah meningkat, otomatis kesejahteraan warga juga meningkat,” katanya.

Pos terkait