Mengemas Karnaval Lurik Agar Semakin Menarik

Salah satu penampilan peserta pada Karnaval Lurik Klaten.

RIBUAN orang tumpah ruah di sepanjang Jalan Pemuda Klaten untuk menyaksikan Klaten Lurik Carnival (KLC) atau Karnaval Lurik Klaten yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten pada Sabtu (28/7/2018).

Klaten Lurik Carnival diadakan sebagai rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke 214 Kabupaten Klaten dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 73 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bacaan Lainnya

Pada tahun 2018 ini, Klaten Lurik Carnival dikuti 36 kontingen, yang meliputi 26 kontingen dari kecamatan di Kabupaten Klaten, dan 10 kontingen dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), perusahaan swasta, dan sekolah.

Berbicara mengenai Klaten Lurik Carnival, tentu saja tidak bisa dilepaskan dari (kain) lurik. Apa itu lurik?

Lurik merupakan nama kain. Kata lurik berasal dari bahasa Jawa “lorek” yang berarti garis-garis, yang merupakan lambang kesederhanaan. Sederhana dalam penampilan maupun pembuatan, namun sarat dengan makna.

Tentu, timbul pertanyaan: Mengapa Kabupaten Klaten mengadakan Klaten Lurik Carnival?

Klaten Lurik Carnival diadakan sebagai rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Klaten dan HUT Kemerdekaan RI. Ajang Klaten Lurik Carnival ini diadakan untuk mempromosikan lurik (yang merupakan produk unggulan asli Klaten) kepada masyarakat luas, dan bahkan diharapkan sampai ke tingkat nasional dan dunia. Klaten Lurik Carnival juga bertujuan untuk mengangkat dan meningkatkan potensi kreativitas karya para pengrajin lurik Klaten menuju pasar nasional dan internasional.

Selama ini, gelaran Klaten Lurik Carnival selalu disambut baik oleh masyarakat luas. Warga dari berbagai desa dan kecamatan rela berduyun-duyun datang ke “Kota” Klaten untuk menyaksikan ajang tahunan ini. Mereka pun mau berdesak-desakan di sepanjang Jalan Pemuda Klaten agar bisa melihat secara dekat penampilan para peserta Klaten Lurik Carnival. Cuaca yang panas dan menyengat ternyata tidak menyurutkan semangat warga untuk menonton Klaten Lurik Carnival ini sampai rampung. Bagi masyarakat, gelaran Klaten Lurik Carnival ini menjadi hiburan tersendiri.

Karnaval Lurik Klaten mampu menyedot perhatian masyarakat.

Meski secara umum sudah berlangsung baik, namun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dari gelaran Klaten Lurik Carnival ini. Diantaranya pada segi kreativitas serta sosialisasi dan promosi.

Dari segi kreativitas nampak bahwa kostum yang dipakai peserta kebanyakan masih didominasi oleh kain yang “bukan lurik”. Malah di sebagian peserta, lurik hanya dijadikan sebagai asesoris atau embel-embel saja. Padahal sudah jelas, ini adalah karnaval lurik, bukan karnaval kain yang lain.

Selain itu, juga terkait tema yang dibawakan peserta. Sebenarnya, pada tahun 2018 ini sudah lumayan baik. Artinya, para peserta sudah mengusung tema sesuai dengan karakteristik dan potensi yang mereka miliki, dan juga tentang gambaran dan harapan Klaten ke depan.

Namun sayangnya, tema yang sudah dipilih itu tidak ditampilkan para peserta di sepanjang “panggung” Klaten Lurik Carnival atau di Jalan Pemuda Klaten itu. Sebagian peserta hanya “ber-aksi” (menampilkan tema dan pesan itu) di depan panggung kehormatan, tempat dimana Bupati dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) serta pejabat Klaten berada. Selebihnya, peserta hanya melenggang, berjalan biasa dari perempatan Bareng sampai depan Plaza Klaten.

Dari segi sosialisasi dan promosi rasanya juga perlu digenjot lagi. Memang, sosialisasi dan promosi Klaten Lurik Carnival kepada masyarakat luas telah dilakukan oleh panitia (atau pihak) terkait. Dengan berbagai “keterbatasan” yang ada, mereka telah melakukan upaya semaksimal mungkin. Maka ke depan, dalam hal sosialisasi dan promosi Klaten Lurik Carnival ini perlu mendapat “pemihakan” (dana) yang memadai. Sebab bukan zaman-nya lagi, dengan dana yang seadanya, tetapi mengharapkan hasil yang luar biasa.

Terlepas dari sejumlah “kekurangan” yang masih ada, Klaten Lurik Carnival rasanya perlu diadakan secara rutin setiap tahun. Karena Klaten Lurik Carnival ini mampu menggerakkan roda ekonomi rakyat. Dengan demikian, tujuan akhir dari Klaten Lurik Carnival ini yaitu untuk menyejahterakan masyarakat Klaten bisa tercapai.

Sebab, disadari atau tidak, ajang Klaten Lurik Carnival ini mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Sebut saja, para perajin lurik, penjahit pakaian, salon dan perias, angkutan, sound system, pengiring karnaval (seperti gamelan, penari, jathilan, dll), penjual asesoris, penyedia alat peraga, fotografer, dan sebagainya. Mereka mendapatkan limpahan rezeki dari Klaten Lurik Carnival ini. Selain itu, juga para pengasong, penjual makanan dan minuman, jasa parkir, dan lain-lain.

Intinya, ajang Klaten Lurik Carnival membawa dampak positif bagi perekonomian rakyat Klaten. Klaten Lurik Carnival memberikan multiplier effect yang luar biasa kepada masyarakat.

Dengan digarap lebih serius dan profesional, yakinlah, bahwa Klaten Lurik Carnival ke depan bisa menjadi event budaya dan wisata tahunan yang menarik. Gelaran Klaten Lurik Carnival bisa menjadi agenda rutin pariwisata berkelas nasional (dan bahkan internasional) seperti Festival Bunga Internasional Tomohon (Sulawesi Utara), Jember Fashion Carnaval (Jawa Tmur), Batik Solo Carnival, dan sebagainya.

Siapa tahu, dengan penggarapan yang sungguh-sungguh dan melibatkan seluruh pemangku kepentigan, para wisatawan dari berbagai daerah dan turis asing dari berbagai negara mau berkunjung ke Klaten. Karena, tidak ada yang tidak mungkin. Semua bisa terwujud asalkan disertai dengan upaya yang serius dan melibatkan semakin banyak pihak.

Dengan pagelaran Klaten Lurik Carnival yang semakin me-nasional dan bakan men-dunia ini diharapkan, industri kerajinan lurik di Klaten terus menggeliat, masyarakat luas bisa lebih mengenal keindahan dan keragaman kain lurik, dan tentunya, masyarakat Klaten akan lebih sejahtera. Semoga…

 

L Sukamta

 

Pos terkait