WartaKita.org – Paguyuban Pondok Maria Fatima (PPMF) dari Paroki Santa Maria Fatima Banyumanik Semarang mengunjungi Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten pada Sabtu (28/7/2018).
Kunjungan PPMF Paroki Banyumanik diterima oleh rama, dewan paroki, tim kerja Pendampingan Sosial Ekonomi (PSE) paroki dan lingkungan, para relawan, dan masyarakat sekitar Gereja Wedi.
Acara kunjungan diisi dengan sharing mengenai cara mengelola limbah yang sudah dilakukan PPMF Paroki Banyumanik. Tujuannya, agar umat Paroki Wedi terinspirasi, tergugah, dan mau meniru apa yang sudah dilakukan PPMF Paroki Banyumanik.
Dalam sharing, Koordinator PPMF Paroki Banyumanik, A Ardhian Priyo A menceritakan bagaimana mereka mengelola barang-barang bekas atau rosok seperti limbah dapur, plastik, kertas, besi, barang rumah tangga yang tidak terpakai, dan sebagainya.
“Relawan mengumpulkan barang bekas atau rosok itu dari rumah ke rumah. Kemudian barang rosok itu dibawa ke pool (tempat penampungan sementara). Selanjutnya, barang rosok itu dijual. Dan hasilnya untuk keperluan bedah rumah, bantuan pendidikan, kegiatan sosial, dan sebagainya. Semuanya dikelola secara transparan dan akuntabel,” katanya.
Nampaknya, sharing yang disampaikan PPMF Paroki Banyumanik ini menarik perhatian umat Paroki Wedi. Umat Paroki Wedi tertarik ingin melakukan hal yang sama di Wedi.










Trimks atas sambutan yg luar biasa dari paroki Wedi…🙏