WartaKita.org – Seblak merupakan makanan khas Bandung yang akhir-akhir ini sangat digemari masyarakat lokal Yogyakarta, khusus nya para remaja.
Masyarakat Jogja menggemarinya karena cita rasa dari seblak itu sangat berbeda dengan “lidah” masyarakat lokal Jogja yang mayoritas menyukai manis. Sedangkan seblak memiliki cita rasa asin dan pedas.
Sanca Sherin, mahasiswa salah satu universitas di Yogyakarta ini memilih makanan khas Bandung ini menjadi usahanya. Sherin merintis usaha ini sejak bulan Mei 2020 karena perekonomiannya terdampak pandemi covid-19.
“Sebelumnya memang saya punya usaha di salah satu tempat wisata di Yogyakarta. Tetapi karena pandemi covid-19, usaha saya harus tutup. Mau tidak mau, saya harus memutar otak bagaimana caranya mencari uang. Ya sudah, akhirnya saya jualan seblak,” katanya.
Sherin menjelaskan, pangsa pasar dari usahanya ini adalah anak-anak muda yang selalu ketagihan dengan pedasnya masakan tersebut. Namun tak jarang juga ada yang meminta untuk membuatnya tidak pedas.
Pada awalnya, penjualan usahanya hanya melalui iklan dari WhatsApp dan Instagram. Namun seiring waktu berjalan, Sherin telah membukanya di GrabFood dan GoFood. Dengan begitu, target penjualannya pun semakin luas.
Warung UTO, begitulah Sherin menamai usahanya itu. Nama ini diharapkan mudah diingat orang.
Sebagai seorang remaja dan mahasiswa, dia merasa sedikit kewalahan dalam membagi waktu untuk menangani banyaknya orderan yang masuk. Tak jarang, ibunya yang membantu memasak seblak untuk memenuhi pesanan pelanggan.
“Di masa pandemi covid-19 ini, saya mensyukuri berapapun pesanan yang masuk. Memang, keadaan seperti ini tidak ada yang tahu sampai kapan akan berakhir. Tetapi kita sebagai pelaku usaha, yang terpenting adalah tetap berusaha dan pantang menyerah,” ungkapnya.









