WartaKita.org – Sebanyak 14 sekolah mengikuti Festival Kethoprak Pelajar (FKP) Piala Bupati Klaten Ke 13 Tingkat SD dan SMP sederajat Tahun 2024 di Gedung Sasana Suka Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan pada Sabtu sampai Minggu (7-8/12/2024).
Festival Kethoprak Pelajar FKP 2024 ini diadakan oleh Dewan Kesenian (Wankes) Kabupaten Klaten yang didukung Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Diskominfo Kabupaten Klaten dan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten serta pihak lainnya.
Ketua Panitia Festival Kethoprak Pelajar 2024, Sihono menyampaikan, FKP tahun ini diikuti oleh 11 SD/MI dan 3 SMP/MTs se Kabupaten Klaten.
“Sebenarnya ada banyak sekolah yang akan mengikuti Festival Kethoprak Pelajar ini. Namun dikarenakan keterbatasan waktu persiapan dan dana, maka hanya 14 sekolah yang mengikuti Festival Kethoprak Pelajar tahun ini,” katanya.
Sihono menjelaskan, Festival Kethoprak Pelajar ini bertujuan untuk melestarikan seni kethoprak, sebagai sarana regenerasi pelaku seni kethoprak, dan sebagai wahana untuk menuju Klaten sebagai kota kethoprak.
“Selain itu, juga untuk membentuk karakter anak. Karena dalam seni kethoprak ini anak-anak diajarkan untuk saling bekerjasama, bergotong royong, menghargai sesamanya, disiplin, sopan santun, etika, unggah-ungguh, dan sebagainya,” ujarnya.
Ketua Komisi Kethorak Dewan Kesenian Kabupaten Klaten itu menyatakan, dalam Festival Kethoprak Pelajar ini ada sejumlah kriteria yang dinilai oleh dewan juri. Diantaranya penyutradaraan atau konsep pertunjukan, pemeranan, tata rias dan busana, tata artistik, penyajian, dan lainnya.
“Untuk dewan juri berasal dari akademisi, pelaku seni, dan praktisi dari ISI Surakarta, Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, dan Klaten,” terangnya.
Sedang Sekretaris Umum Dewan Kesenian Kabupaten Klaten Djoko Sardjono menambahkan, Festival Kethoprak Pelajar ini sebagai upaya untuk mewujudkan Trikarsa Budaya, yaitu meluhurkan, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya daerah.
“Mengingat pentingnya pelestarian dan pengembangan seni budaya bangsa, maka Dewan Kesenian Kabupaten Klaten akan terus berupaya untuk menjaga kelestarian seni budaya daerah guna mewujudkan Klaten yang maju, mandiri dan sejahtera,” ungkapnya.

Festival Kethoprak Pelajar ini dibuka oleh Mantan Ketua DPRD Kabupaten Klaten yang juga Calon Bupati Klaten terpilih, Hamenang Wajar Ismoyo dengan pemukulan kentongan yang didampingi Pengurus Dewan Kesenian dan Pejabat Disbudporapar Klaten.
Dalam sambutan Hamenang Wajar Ismoyo menyambut baik dan mengapresiasi gelaran FKP 2024 ini.
“Inisiatif dan langkah ini, saya pandang sebagai sebuah upaya untuk mendorong para pelajar Klaten agar mau dekat, lalu mengenal, dan akhirnya semakin mencintai berbagai seni dan budaya daerah khususnya kethoprak. Selain itu, melalui Festival Kethoprak ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai seni di kalangan generasi muda dan pelajar sebagai cara untuk menumbuhkan minat mereka pada seni tradisional kethoprak,” paparnya.
Hamenang berharap, masyarakat, khususnya para generasi muda dan pelajar di Kabupaten Klaten dapat secara bersama-sama terus mendukung upaya untuk melestarikan, mengembangkan dan menjaga keberadaan ataupun keberlangsungan seni tradisional kethoprak.
“Sehingga selain menjadi sarana yang mampu menghadirkan hiburan, kethoprak juga mampu memberi pencerahan atas berbagai problematik sosial yang ada di tengah masyarakat saat ini. Saya berharap, untuk FKP tahun 2025, bisa dibuat lebih spektakuler lagi,” harapnya.
Terkait, gelaran FKP ini disambut baik oleh para peserta.
Pemain kethoprak dari SD Negeri 1 Kebonalas, Kecamatan Manisrenggo, Herlina Kirana Putri mengaku senang bisa ikut dalam FKP tahun ini.
“Saya senang bisa ikut FKP. Ini merupakan FKP yang pertama bagi saya. Karena bisa menambah pengalaman, dan melatih rasa percaya diri saya untuk akting di depan orang banyak,” ucap siswa Kelas 6 SD Kebonalas itu.









