WartaKita.org – Warga Nahdlatul Ulama (NU) Dan Muhammadiyah Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Klaten nomor urut 3, Arif Budiyono (ABY) dan Harjanta (HJT) di Rumah Sukarno Priyo Sudarmo di Dukuh Ngrendeng Tengah, Desa Sobayan, Kecamatan Pedan, Sabtu (14/11/2020) siang.
Mereka menyatakan siap mendukung dan memenangkan pasangan ABY-HJT pada Pilkada Klaten 2020 ini.
Deklarasi Tim Pemenangan ABY-HJT bersama NU – Muhammadiyah dan relawan Kecamatan Pedan ini dihadiri oleh para Ketua Parpol pengusung, kyai, ustadz, warga NU dan Muhammadiyah, sejumlah relawan, dan lainnya.
Ketua Relawan Kecamatan Pedan Sriyanto menyampaikan, pasangan ABY-HJT sudah sangat berkorban untuk maju di Pilkada Klaten ini. ABY harus mundur dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Sedang HJT harus meninggalkan jabatan Kepala Desa.
“Maka, saatnya kita bersatu. Kita bekerja keras untuk memenangkan ABY-HJT. Kita bergerak (berikhtiar) secara santun dan dengan doa, supaya Klaten ada perubahan,” katanya.
Sedang Ketua Tim Pemenangan ABY-HJT Kabupaten Klaten Ahmad Mutohar mengaku senang dan bangga dengan banyaknya tokoh dan relawan yang hadir pada acara deklarasi ini.
“Semoga ini menjadi awal kemenangan bagi pasangan ABY-HJT. Karena kita yakin, bahwa kemenangan itu adalah kehendak Allah. Tetapi juga tergantung dari ikhtiar kita semua,” ujarnya.
Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Klaten ini menambahkan, untuk memilih seorang pemimpin perlu merujuk sikap dan tuntunan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
“Seorang pemimpin itu harus sidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (bisa menyampaikan), dan fatonah (cerdas). Nah, 4 kriteria itu saya lihat ada di pasangan ABY-HJT. Keduanya mempunyai potensi untuk membawa Klaten menjadi lebih baik,” tandasnya.
Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Klaten Darmadi mengatakan, waktu pemungutan suara (coblosan) Pilkada Klaten sudah semakin dekat. Karenanya, pendukung pasangan ABY-HJT harus menjaga kekompakan dan kesolidan.
“Momen Pilkada Klaten kali ini menjadi “sejarah baru” bagi NU dan Muhammadiyah. Karena itu, kalau kita (NU dan Muhammadiyah) solid dan bersatu, maka kemenangan (Pilkada) itu sudah di depan mata,” tegasnya.

Terkait, calon Bupati Klaten Arif Budiyono (ABY) menyatakan, dari survey internal yang dilakukan, pasangan ABY-HJT mengungguli paslon lainnya. Meskipun selisihnya tidak banyak. Apalagi massa mengambang (pemilih yang belum menentukan pilihan) masih berkisar sekitar 25-30 persen.
“Kita masih harus bekerja keras. Karena masih ada pemilih yang belum tersentuh. Kita harus lakukan kampanye secara door to door. Kita harus sapa mereka. Nggak usah takut. Jangan pekewuh. Mari kita kampanyekan ABY-HJT,” ajaknya.
Sedang calon Wakil Bupati Klaten Harjanta (HJT) berpesan kepada para relawan untuk tidak takut dengan “intimidasi” yang dilakukan pihak lain.
“Nggak usah takut dengan (intimidasi) kepala desa, perangkat desa, camat, dan sebagainya. Karena mereka harusya bersikap netral. Kalau mereka tidak bersikap netral, kita laporkan ke pihak yang berwajib. Karena ini jelas melanggar peraturan perundang-undangan,” ucapnya.
Untuk diketahui, Pilkada Klaten 2020 ini diikuti tiga pasangan calon (paslon). Paslon nomor urut 1, Sri Mulyani-Yoga Hardaya diusung PDIP dan Golkar. Pasangan nomor urut 2, One Krisnata-Muhammad Fajri diusung Partai Demokrat, PKS, dan Gerindra. Dan pasangan nomor urut 3, Arif Budiyono-Harjanta (ABY- HJT) diusung PAN, PKB, PPP, dan NasDem.









