Virus Corona, Antara Konspirasi Global Dan Realita

Virus Corona atau Covid-19,tidak kelihatan tapi nyata ada. (dok. ist)

VIRUS CORONA atau yang sering disebut Covid-19 sekarang telah menyebar luas ke seluruh dunia. Corona Virus ini muncul pertama kali di Wuhan, China.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO per 21/9/2020, Covid-19 telah menginfeksi sebanyak 30.949.804 manusia. Dan dari angka tersebut, sebanyak 959.116 manusia diantaranya meninggal dunia akibat Covid-19.

Bacaan Lainnya

Sejumlah kalangan menyatakan, tidak tahu secara pasti kapan pandemi Covid-19 ini akan berlalu. Karenanya, WHO dan negara di seluruh dunia terus berupaya membuat vaksin Covid-19 untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Corona Virus memang telah merugikan masyarakat dunia. Mulai dari larangan untuk keluar rumah, banyak para karyawan yang terkena PHK, para pelajar yang mengalami kesulitan untuk melakukan pembelajaran online akibat pandemi Covid-19, dan lainnya.

Realita ini lantas menimbulkan spekulasi. Banyak masyarakat yang percaya akan adanya teori konspirasi dari Covid-19 ini, karena telah meresahkan masyarakat dunia. Tetapi di satu sisi, banyak juga masyarakat yang percaya bahwa Covid-19 bukanlah konspirasi, karena telah menginfeksi jutaan umat manusia di seluruh dunia.

Sejak kemunculan Covid-19 di dunia, banyak teori konspirasi dan teori lainnya yang muncul. Ada yang menyatakan, China membuat senjata biologis, dan laboratorium yang digunakan untuk membuat senjata itu mengalami kebocoran dan menyebabkan Corona Virus tersebut menyebar dan menginfeksi masyarakat sekitar. Dan masih banyak lagi.

Akan tetapi teori-teori konspirasi tersebut sudah banyak dimentahkan dengan menggunakan bukti-bukti ilmiah.

Peneliti Akademi Imuwan Muda Indonesia (ALMI) Neni Nurainy menyatakan, Epidemi dan pandemi itu bukanlah suatu konspirasi.

Dalam diskusi online Webinar SISJ-ALMI: Vaksin COVID-19 di Indonesia (8/8/2020), Neni Nurainy menyampaikan, Covid-19 berasal dari virus jenis baru yaitu SARS-CoV-2.

Sebelum adanya pandemi Covid-19 di tahun 2020, pada tahun sebelumnya telah terjadi pandemi dan epidemi. Seperti pandemi SARS yang terjadi di tahun 2003 yang disebabkan SARS-Cov, dan epidemi virus corona jenis baru yaitu MERS-Cov yang terjadi pada tahun 2012.

Lalu, banyak juga pandemi dan epidemi lainnya, seperti pandemi Flu H5N1 (flu burung) pada tahun 2004, pandemi Flu H1N1 (flu babi) pada tahun 2009, pandemi ebola pada tahun 2014, dan sekarang pandemi Covid-19 pada tahun 2020 sekarang.

Karena itu, masyarakat milenial di zaman sekarang diminta untuk pandai dalam memilah informasi yang ada. Masyarakat memang tidak dilarang untuk berpikir, tetapi harus dewasa dalam memilah dan menerima informasi yang diterima. Untuk itu, masyarakat harus mencari segala informasi yang aktual untuk memperoleh kebenaran.

Pandemi dan epidemi adalah sebuah rentetan sejarah umat manusia yang akan terus berulang, sebab virus juga akan terus berkembang. Karena itu, masyarakat harus siap dan waspada dalam menghadapi pandemi di masa sekarang.

Laurensius Aldi Handiawan

 

Pos terkait