WartaKita.org – Calon Anggota DPR RI dari Partai Perindo KRAT Henry Indraguna sangat peduli dan dekat dengan petani.
Kedekatan Henry Indraguna dengan petani itu tampak saat panen raya di lahan persawahan di Dukuh Sumberejo, Desa Trasan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Selasa (19/2/2019) pagi.
Saat itu, Calon Legislatif (Caleg) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V ini bersama sejumlah petani binaan Partai Perindo melakukan panen perdana padi varietas 64 seluas 2,3 hektar. Henry terjun langsung ke sawah untuk memanen padi bersama simbok dan bapak tani.
Lahan sawah yang becek dan sinar matahari yang panas menyengat tak menyurutkan Caleg Partai Perindo nomor urut 1 ini untuk turun langsung memotong padi dengan menggunakan sabit. Dalam panen padi ini, Henry didampingi Caleg DPRD Klaten Dapil 4 dari Partai Perindo, Margaretha dan sejumlah tokoh masyarakat desa setempat.
Panen padi kali ini disambut gembira para petani. Mereka mensyukuri panen padi yang melimpah. Apalagi harga gabah saat ini juga lumayan bagus. Petani berharap, panen padi kali ini bisa semakin menyejahterakan hidupnya.
Caleg Partai Perindo dari Dapil yang meliputi Kabupaten Klaten, Boyolali, Sukoharjo, dan Kota Surakarta itu merasa gembira bisa melakukan panen padi di Desa Trasan ini. Dan peristiwa ini akan menjadi pengalaman hidup yang tidak akan terlupakan.
“Saat ini kita bersama para petani binaan (Partai Perindo) melakukan panen raya padi di Desa Trasan. Dan hasilnya cukup melimpah. Dengan hasil panen padi seperti ini, saya yakin, ke depan para petani di Klaten dan seluruh Indonesia akan semakin sejahtera. Dan tidak perlu ada impor beras,” katanya.
Pengacara kondang ini menyatakan, agar panen padi bisa terus melimpah, maka kebutuhan utama para petani harus tersedia dengan baik. Seperti ketersediaan air, pupuk, serta metode pemberantasan hama yang selama ini dikeluhkan para petani di daerah ini.
“Yang penting, kita harus terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada petani. Jangan sampai petani kesulitan untuk mendapatkan pupuk di pasaran. Apalagi sampai harganya mahal. Karena nasi adalah makanan pokok kita yang dihasilkan para petani. Maka jika kesejahteraan petani masih minim, itu artinya ada sesuatu yang salah dan harus segera dicarikan solusinya dan dibenahi,”tandas Bendahara Umum Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini.









